NAMA :
MUHAMMAD ALI IMRAN CANIAGO
NIM
: 0503171084
MATA KULIAH : STUDI KELAYAKAN BISNIS
RESUME
ASPEK
PEMASARAN
A. Pengertian
Pemasaran
Pemasaran (marketing) adalah suatu aktivitas
untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan yang ada melalui proses perktukaran yang
saling menguntungkan.[1]
Ada tiga tahapan dalam praktik pemasaran
1. Pemasaran Swadaya (Entrepreneurial Marketing)
2. pemasaran Terformulasi (Formulated Marketing)
3. Pemasaran Total (Intrepreneurial Marketing)
B. Marketing Mix
Bauran pemasaran atau marketing mix adalah
konsep dasar dalam pemasaran, dimana didalamnya memuat tentang tahapan-tahapan
pemasaran suatu produk atau jasa. Tahapan-tahapan dalam bauran pemasaran ini
secara umum dikenal dengan istilah ‘4P’ yakni, Produk, Price, Place, dan
Promotion. [2]
Menurut Kotler, bauran pemasaran adalah
perangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mengejar tujuan
perusahaannya. Dapat disimpulkan bahwa bauran pemasaran akan menentukan tingkat
keberhasilan pemasaran dan semua itu ditujukan untuk mendapatkan respon yang
diinginkan dari pasar sasaran.[3]
Adapun elemen-elemen dalam bauran pemasaran,
yaitu:
1. Produk
Keunggulan kompetitif suatu produk merupakan
salah satu faktor penentu dari kesuksesan produk baru, dimana kesuksesan produk
tersebut diukur dengan parameter jumlah penjualan produk. [4]
Disamping itu, islam mengajarkan untuk
memperhatikan kualitas dan keberadaan produk tersebut. Islam melarang jual beli
suatu produk yang belum jelas (gharar) bagi pembeli. Pasalnya, disini
berpotensi terjadinya penipuan dan ketidakadilan terhadap salah satu pihak
sesuai sabda nabi “Rasulullah melarang jual beli gharar (yang tidak jelas
produknya)” (H.R Muslim dari abu Hurairah) [5]
2. Harga
(Price)
Harga adalah sejumlah uang yang dibutuhkan
untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari produk dan pelayanannya. Jadi dapat
diketahui bahwa harga yang dibayar oleh pembeli sudah termasuk layanan yang
diberikan oleh penjual banyak perusahaan mengadakan pendekatan terhadap
penetuan harga berdasarkan tujuan yang hendak di capainya.[6]
Dalam rangka melindungi hak pembeli dan
penjual, islam membolehkan intervensi harga yang dilakukan oleh pemerintah jika
kenaikan harga disebabkan adanya distorsi pasar.[7]
3. Place
(Tempat)
Fleksibilitas suatu lokasi merupakan ukuran
sejauh mana perusahaan dapat bereaksi terhadap perubahaan situasi ekonomi.
Keputusan pemilihan lokasi berkaitan dengan komitmen jangka panjang terhadap
aspek aspek yang sifatnya capital intensif, maka perusahaan benar-benar harus
mempertimbangkan dan menyeleksi lokasi yang responsif terhadap situasi ekonomi,
demografi, budaya, dan persaingan dimasa mendatang. [8]
Didalam islam lokasi merupakan penempatan
barang merupakan faktor vital dalam dunia usaha berkaitan erat dengan posisi
ini adalah sarana transportasi dan pengangkutan. Nabi dengan tegas melarang
pemotongan jalur distribusi dengan maksud untuk menaikkan harga. Nabi bersabda
“Jangan membeli barang dari khafilah yang belum tiba dipasar dan jangan membeli
barang yang belum ada” (mutafaq ‘alaih) [9]
4. Promosi
(Promotion)
Promosi adalah suatu bentuk komunikasi
pemasaran yang merupakan aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan
informasi, mempengaruhi/ membujuk, dan/ atau meningkatkan pasar sasaran atas
perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk
yang ditawarkan perusahaan yang di bersangkutkan.[10]
C. Kepuasan
Pelanggan
Seorang pelanggan yang puas adalah pelanggan
yang merasa mendapatkan value dari pemasok, produsen atau penyedia jasa. Adapun
faktor faktor pendorong kepuasan pelanggan adalah:
1. Kualitas
produk
2. Harga
3. Service
quality
4. Emotional
factor
5. Biaya
dan kemudahan mendapatkan produk/jasa.[11]
D. Loyalitas
Pelanggan
Walaupun profil loyalitas berbeda
beda untuk setiap perusahaan, tetapi pada umumnya setiap industri memiliki pola
kelakuan yang serupa, yang dipengaruhi oleh faktor-faktor struktural seperti
seberapa sering pembelian dilakukan, frekuensi dan interaksi seperti service
calls; pentingnya pembelian dilihat dan segi emosional atau finansial, tingkat
perbedaan dengan kompetitor dan kemudahan perpindahan ke produk kompetitor.
Dilengkapi dengan profil loyalitas,
dapat diperoleh kesimpulan bahwa loyalitas itu bukan hanya mencegah pelanggan
yang defect dan mengharapkan kontribusi yang lebih besar dari pelanggan, tetapi
lebih mengutamakan pengertian dan bagaimana mengelola enam segmen loyalitas.
Profil tersebut juga menekankan strategi yang berbeda-beda yang dibutuhkan
untuk menangani setiap segmen dan langkah yang perlu dilakukan perusahaan untuk
menerapkan hal ini. Ketika dikombinasikan dengan customer value analysis yang
standar, profil ini dapat membantu perusahaan dalam menetapkan prioritas untuk
membangun loyalitas berdasarkan besarnya kesempatan.
E. Menyusun
Marketing Plan
McDonald
(2002), menjelaskan bahwa didalam praktiknya di lapangan, perencanaan pemasaran
perusahaan tersebut harus mengandung beberapa unsur, seperti:
1. Sasaran
perusahaan atau tingkat profitabilitas yang diinginkan
2. Strategi
perusahaan yang menunjukkan batasan bisnis
3. Sasaran
lain perusahaan, semacam tanggung jawab social citra perusahaan/pasar
bursa/karyawan dan sebagainya.[12]
F. Mengaudit
Efektivitas Program Pemasaran
Kotler
(2002), menjelaskan bahwa pelaksanaan audit pemasaran dimulai dengan pertemuan
anatar jajaran pejabat perusahaan dan auditor auditor pemasaran. Hal ini
dilakukan dengan tujuan nuntuk memfokuskan diskusi mengenai permasalahan
bagaimana agar proses kontol pemasaran tersebut dilaksanakan dan terbangun
suatu persepsi yang sama.[13]
[1] Sunari, Studi Kelayakan
Bisnis, (Medan: FEBI UINSU Press, 2018), Hlm. 114
[2] Aqwa Nazer Daulay Dan
Muhammad Lathief Ilhamy Nasution, Manajemen Perbankan Syariah, (Medan:
FEBI UINSU Press, 2016), Hlm. 86
[3] Christian A. D Selang, “Bauran
Pemasaran (Marketing Mix) Pengaruhnya Terhadap Loyalitas Konsumen Pada Fresh
Mart Bahu Mall Manado”. Jurnal EMBA. Vol. 1 No. 3, 2013, hlm. 72
[4] Ibid., Hlm.
73
[5] Muhammad Aziz Hakim, Dasar
dan Strategi Pemasaran Syariah, (Jakarta: Bumi Akasara, 2005), Hlm. 23
[6] Christian A. D Selang, Loc.
Cit
[7] Muhammad Aziz Hakim
dkk,Op. Cit, Hlm. 24
[8] Christian A. D Selang, Loc.
Cit
[9] Muhammad Aziz Hakim dkk, Op.
cit, Hlm. 26
[10]Christian A. D Selang, Op.
Cit, Hlm. 73
[11] Sunarji, Op. cit.,
Hlm. 118-120
[12]
Sunarji, Ibid,. Hlm. 125
[13]
Sunarji, Ibid,. Hlm. 127
No comments:
Post a Comment