Monday, October 28, 2019

RESUME STUDI KELAYAKAN BISNIS: ASPEK PEMASARAN


NAMA                 : MUHAMMAD ALI IMRAN CANIAGO
NIM                     : 0503171084
MATA KULIAH : STUDI KELAYAKAN BISNIS

RESUME
ASPEK PEMASARAN
A.    Pengertian Pemasaran
Pemasaran (marketing) adalah suatu aktivitas untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan yang ada melalui proses perktukaran yang saling menguntungkan.[1]
Ada tiga tahapan dalam praktik pemasaran
1. Pemasaran Swadaya (Entrepreneurial Marketing)
2. pemasaran Terformulasi (Formulated Marketing)
3. Pemasaran Total (Intrepreneurial Marketing)
B.     Marketing Mix
Bauran pemasaran atau marketing mix adalah konsep dasar dalam pemasaran, dimana didalamnya memuat tentang tahapan-tahapan pemasaran suatu produk atau jasa. Tahapan-tahapan dalam bauran pemasaran ini secara umum dikenal dengan istilah ‘4P’ yakni, Produk, Price, Place, dan Promotion. [2]
Menurut Kotler, bauran pemasaran adalah perangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mengejar tujuan perusahaannya. Dapat disimpulkan bahwa bauran pemasaran akan menentukan tingkat keberhasilan pemasaran dan semua itu ditujukan untuk mendapatkan respon yang diinginkan dari pasar sasaran.[3]
Adapun elemen-elemen dalam bauran pemasaran, yaitu:
1.      Produk
Keunggulan kompetitif suatu produk merupakan salah satu faktor penentu dari kesuksesan produk baru, dimana kesuksesan produk tersebut diukur dengan parameter jumlah penjualan produk. [4]
Disamping itu, islam mengajarkan untuk memperhatikan kualitas dan keberadaan produk tersebut. Islam melarang jual beli suatu produk yang belum jelas (gharar) bagi pembeli. Pasalnya, disini berpotensi terjadinya penipuan dan ketidakadilan terhadap salah satu pihak sesuai sabda nabi “Rasulullah melarang jual beli gharar (yang tidak jelas produknya)” (H.R Muslim dari abu Hurairah) [5]
2.      Harga (Price)
Harga adalah sejumlah uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari produk dan pelayanannya. Jadi dapat diketahui bahwa harga yang dibayar oleh pembeli sudah termasuk layanan yang diberikan oleh penjual banyak perusahaan mengadakan pendekatan terhadap penetuan harga berdasarkan tujuan yang hendak di capainya.[6]
Dalam rangka melindungi hak pembeli dan penjual, islam membolehkan intervensi harga yang dilakukan oleh pemerintah jika kenaikan harga disebabkan adanya distorsi pasar.[7]
3.      Place (Tempat)
Fleksibilitas suatu lokasi merupakan ukuran sejauh mana perusahaan dapat bereaksi terhadap perubahaan situasi ekonomi. Keputusan pemilihan lokasi berkaitan dengan komitmen jangka panjang terhadap aspek aspek yang sifatnya capital intensif, maka perusahaan benar-benar harus mempertimbangkan dan menyeleksi lokasi yang responsif terhadap situasi ekonomi, demografi, budaya, dan persaingan dimasa mendatang. [8]
Didalam islam lokasi merupakan penempatan barang merupakan faktor vital dalam dunia usaha berkaitan erat dengan posisi ini adalah sarana transportasi dan pengangkutan. Nabi dengan tegas melarang pemotongan jalur distribusi dengan maksud untuk menaikkan harga. Nabi bersabda “Jangan membeli barang dari khafilah yang belum tiba dipasar dan jangan membeli barang yang belum ada” (mutafaq ‘alaih) [9]
4.      Promosi (Promotion)
Promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran yang merupakan aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/ membujuk, dan/ atau meningkatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang di bersangkutkan.[10]
C.    Kepuasan Pelanggan
Seorang pelanggan yang puas adalah pelanggan yang merasa mendapatkan value dari pemasok, produsen atau penyedia jasa. Adapun faktor faktor pendorong kepuasan pelanggan adalah:
1.      Kualitas produk
2.      Harga
3.      Service quality
4.      Emotional factor
5.      Biaya dan kemudahan mendapatkan produk/jasa.[11]
D.    Loyalitas Pelanggan
Walaupun profil loyalitas berbeda beda untuk setiap perusahaan, tetapi pada umumnya setiap industri memiliki pola kelakuan yang serupa, yang dipengaruhi oleh faktor-faktor struktural seperti seberapa sering pembelian dilakukan, frekuensi dan interaksi seperti service calls; pentingnya pembelian dilihat dan segi emosional atau finansial, tingkat perbedaan dengan kompetitor dan kemudahan perpindahan ke produk kompetitor.
Dilengkapi dengan profil loyalitas, dapat diperoleh kesimpulan bahwa loyalitas itu bukan hanya mencegah pelanggan yang defect dan mengharapkan kontribusi yang lebih besar dari pelanggan, tetapi lebih mengutamakan pengertian dan bagaimana mengelola enam segmen loyalitas. Profil tersebut juga menekankan strategi yang berbeda-beda yang dibutuhkan untuk menangani setiap segmen dan langkah yang perlu dilakukan perusahaan untuk menerapkan hal ini. Ketika dikombinasikan dengan customer value analysis yang standar, profil ini dapat membantu perusahaan dalam menetapkan prioritas untuk membangun loyalitas berdasarkan besarnya kesempatan.
E.     Menyusun Marketing Plan
McDonald (2002), menjelaskan bahwa didalam praktiknya di lapangan, perencanaan pemasaran perusahaan tersebut harus mengandung beberapa unsur, seperti:
1.      Sasaran perusahaan atau tingkat profitabilitas yang diinginkan
2.      Strategi perusahaan yang menunjukkan batasan bisnis
3.      Sasaran lain perusahaan, semacam tanggung jawab social citra perusahaan/pasar bursa/karyawan dan sebagainya.[12]

F.     Mengaudit Efektivitas Program Pemasaran
Kotler (2002), menjelaskan bahwa pelaksanaan audit pemasaran dimulai dengan pertemuan anatar jajaran pejabat perusahaan dan auditor auditor pemasaran. Hal ini dilakukan dengan tujuan nuntuk memfokuskan diskusi mengenai permasalahan bagaimana agar proses kontol pemasaran tersebut dilaksanakan dan terbangun suatu persepsi yang sama.[13]


[1] Sunari, Studi Kelayakan Bisnis, (Medan: FEBI UINSU Press, 2018), Hlm. 114
[2] Aqwa Nazer Daulay Dan Muhammad Lathief Ilhamy Nasution, Manajemen Perbankan Syariah, (Medan: FEBI UINSU Press, 2016), Hlm. 86
[3] Christian A. D Selang, “Bauran Pemasaran (Marketing Mix) Pengaruhnya Terhadap Loyalitas Konsumen Pada Fresh Mart Bahu Mall Manado”. Jurnal EMBA. Vol. 1 No. 3, 2013, hlm. 72
[4] Ibid., Hlm. 73
[5] Muhammad Aziz Hakim, Dasar dan Strategi Pemasaran Syariah, (Jakarta: Bumi Akasara, 2005), Hlm. 23
[6] Christian A. D Selang, Loc. Cit
[7] Muhammad Aziz Hakim dkk,Op. Cit, Hlm. 24
[8] Christian A. D Selang, Loc. Cit
[9] Muhammad Aziz Hakim dkk, Op. cit, Hlm. 26
[10]Christian A. D Selang, Op. Cit, Hlm. 73
[11] Sunarji, Op. cit., Hlm. 118-120
[12] Sunarji, Ibid,. Hlm. 125
[13] Sunarji, Ibid,. Hlm. 127

No comments:

Post a Comment