Mukjizat Al- Quran
2.1 Pengertian mukjizat
Kata mukjizat dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia(KBBI) diartikan sebagai “kejadian ajaib yang sukar dijangkau oleh
kemampuan akal manusia .”pengertian ini tidak sama dengan pengertian menurut pakar agama islam.
menurut pakar agama islam “mukjizat
adalah suatu hal atau peristiwa luar biasa yang terjadi pada seorangnabi ,sebagai
bukti kenabiannya yang ditantangkan kepada yang ragu,untuk melakukan atau
mendatangkan hal serupa,namun mereka
tidak mampu melayani tantangan itu.”
Maksud
kumukjizatan Al-Qur’an bukan semata mata untuk melemahkan manusia, akan tetapi
tujuan yang sebenarnya adalah untuk menjelaskan kebenaran Al-Qur’an dan Rasul
yang membawanya dan sekaligus menetapkan bahwa sesuatu yang dibawa oleh mereka
hanya sekedar menyampaikan risalah Allah SWT
2.2
macam macam mukjizat
Menurut M.Quraish Shihab mukjizat dibedakan
menjadi dua,yaitu:
1.
Mukjizat material indrawi
Mukjizat material indrawi adalah mukjizat
mukjizat yang tidak kekal,maksudnya mukjizat jenis ini hanya berlaku pada Nabi
selain Nabi Muhammad Saw dan juga mukjizat ini juga berlaku untuk zaman
tertentu. Oleh karena itu wajar kalau sifat mukjizat tersebut tidak kekal.
Secara umum dapat diambil contoh adalah mukjizat nabi Musa AS dapat membelah
lautan, mukjizat nabi Daud AS dapat melunakkan besi, mukjizat nabi Isa AS dapat
menghidupkan orang mati, mukjizat nabi Ibrahim AS tidak hangus di bakar api dan
mukjizat-mukjizat nabi lainnya.
2.
Mukjizat immaterial
Mukjizat immaterial adalah adalah mukjizat yang
bersifat kekal dan berlaku sepanjang zaman. Mukjizat tersebut adalah Al Quran
yang diterima oleh nabi Muhammad SAW .
2.3
unsur unsur
mukjizat
M.Quraish Shihab menjelaskan dalam bukunya
bahwa ada empat unsur unsur mukjizat,yaitu:
1. Hal atau
peristiwa yang luar biasa.
Peristiwa-peristiwa alam atau kejadian sehari-hari walaupun menakjubkan
tidak dinamakan mukjizat.
2.
Terjadi atau dipaparkan oleh seorang Nabi
Artinya sesuatu yang luar biasa tersebut muncul
dari atau berkenaan dengan seorang Nabi. Peristiwa besar yang muncul dari
seorang calon Nabi tidak dikatan mukjizat, apalagi dari manusia biasa seperti
kita.
3.
Mengandung tantangan terhadap yang meragukan
kenabian.
Mukjizat terkait
erat dengan tantangan dan jawaban terhadap orang-orang yang meragukan kenabian.
Jadi peristiwa yang terkait dengan Nabi, tapi tidak berkenaan dengan kenabian
tidak bisa dikatakn sebagai mukjizat.
4.
Tantangan yang tidak mampu dilayani.
Mukjizat merupakan tantangan terhadap
orang-orang yang meragukan atau mengingkari kenabian dan mereka tidak mampu
melayani tantangan tersebut. Oleh karena itu, kalau tantangan tersebut mampu
dilawan atau dikalahkan, maka tantangan tersebut bukanlah bentuk mukjizat.
Keempat unsur tersebut menjadi Syarat bagi
peristiwa tertentu sehingga peristiwa ini bisa dinamakan mukjizat. Kalau salah
satu unsur tersebut tidak ada, maka peristiwa itu tidak bisa dikatakan sebagai
mukjizat.
2.4 Segi
segi kemukjizatan Al Quran
Syeikh Muhammad Ali al-Shabuniy dalam tulisan
Usman menyebutkan segi-segi kemukjizatan al-Quran, yaitu:
1. Keindahan
sastranya yang sama sekali berbeda dengan keindahan sastra yang dimiliki oleh
orang-orang Arab
2. Gaya bahasanya yang unik yang sama sekali
berbeda dengan semua gaya bahasa yang dimiliki oleh bangsa Arab
3. Kefasihan bahasanya yang tidak mungkin dapat
ditandingi dan dilakukan oleh semua makhluk termasuk jenis manusia
4. Kesempurnaan
syariat yang dibawanya yang mengungguli semua syariat dan aturan-aturan lainnya
5. Menampilkan
berita-berita yang bersifat eskatologis yang tidak mungkin dapat dijangkau oleh
otak manusia kecuali melalui pemberitaan wahyu al-Quran itu sendiri
6. Tidak adanya
pertentangan antara konsep-konsep yang dibawakannya dengan kenyataan kebenaran
hasil penemuan dan penyelidikan ilmu pengetahuan
7. Terpenuhinya
setiap janji dan ancaman yang diberitakan al-Quran
8. Ilmu
pengetahuan yang dibawanya mencakup ilmu pengetahuan syariat dan ilmu
pengetahaun alam (tentang jagat raya).
9. Dapat memenuhi
kebutuhan manusia
10. Dapat memberikan pengaruh yang mendalam dan
besar pada hati para pengikut dan musuh-musuhnya
11. Susunan kalimat dan gaya bahasanya terpelihara
dari paradoksi dan kerancuan.
No comments:
Post a Comment