Monday, October 28, 2019

ELASTISITAS DALAM EKONOMI MIKRO



BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ekonomi mikro merupakan ruang lingkup yang kecil dalam perekonomian. Pada bagian elastisitas yang muncul dalam mikro ekonomi tersebut dapat terjadi dan menjadi barang subsitusi. Kepuasan manusia tidak dapat diukur, namun yang diukur adalah marginal kepuasannya. Ketika gaji meningkat, maka tingkat kepuasannya pun meningkat. Kepuasan dan gaji berkaitan dengan hrga dan kuantitas. Ketika gaji  menurun maka manusia tidak dapat memenuhi kebutuhannya yang paling puas, maka mereka pun mencari barang subsitusi lain, inilah elastisitas dalam mikro ekonomi.
Elastisitas merupakan koefisien elastisitas pendapatan yang mencoba menjelaskan perilaku konsumen dalam menggunakan pendapatannya untuk membeli jenis atau barang. Elastisitas pendapatan pun mengukur berapa persen permintaan terhadap suatu barang berubah bila pendapatan berupa sebear satu persen.

1.2 Rumusan Masalah
1.           Apa pengertian  elastisitas dan jenis elastisitas?
2.           Apakah elastisitas permintaan?
3.           Bagaimanakah elastisitas dan total permintaan?
4.           Apa aja factor penentu tingkat elastisitas?
5.           Apakah elastisitas penawaaran?









CONTOH KASUS
Harga cabai rawit di Depok meroket, dari Rp 15.000 kini jadi Rp 80.000 per Kg
Sabtu, 17 Maret 2018 13:00 Reporter : Desi Aditia Ningrum

Harga Cabe Naik. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Harga cabai rawit pada minggu kedua Maret 2018 kembali mengalami kenaikan hingga Rp 80.000 per kilogram (kg). Padahal sebelumnya harga cabai rawit hanya sekitar Rp 15.000 per kg.
BERITA TERKAIT
Harga cabai tembus Rp 80.000 per Kg, pedagang warteg menjerit
Pasokan langka, harga cabai rawit dan bawang merangkak naik
Awal tahun 2018, harga cabai masih tinggi hingga Rp 60.000 per Kg
Salah satu pedagang sayur, Ati, mengatakan selain cabai rawit, cabai merah juga mengalami kenaikan yang cukup tinggi mencapai Rp 60.000 per kg dari sebelumnya hanya sebesar Rp 15.000 per kg.
"Naiknya ini dari sebelum Imlek. Pernah turun tetapi cuma Rp 1.000. Ini sekarang cabai naik lagi sampai Rp 80.000 per kg kalau rawit," katanya kepada merdeka.com di pasar tradisional, Depok, Sabtu (17/3).
Melonjaknya harga cabai mempengaruhi harga bumbu lainnya seperti, bawang merah, bawang putih, bawang bombay dan tomat.
Bawang merah yang semula Rp 15.000 kini naik menjadi Rp 30.000 per kg. Bawang putih naik menjadi Rp 45.000 per kg dari sebelumnya Rp 20.000 per kg.
"Bawang bombay juga naik jadi Rp 18.000 per kg, biasanya cuma Rp 15.000. Kalau tomat sekarang Rp 8.000 per kg dari Rp 5.000 per kg," ujarnya.
Ati menuturkan, kenaikan bumbu dapur ini tidak berpengaruh terhadap omsetnya, hanya saja berpengaruh kepada penjualan. Di mana pembeli biasanya membeli 1 kg, sekarang berkurang menjadi 1/2 kg. Meski begitu cabai dan bumbu dapur lainnya masih tetap diburu.
"Kalau omset sih tidak pengaruh ya, karena kan cabai dan bawang ini bisa dibilang kebutuhan yang wajib jadi walau naik tetap dibeli, tapi ibu-ibu ngurangi belinya. Misalnya biasa setengah jadi seperempat," terang Ati.
Kendati harga naik, keuntungan yang didapat tidak begitu besar padahal modal yang dikeluarkan cukup besar. Oleh karena itu, dia berharap harga bahan pokok segera stabil agar para pembeli tidak terus mengeluh.
"Mudah-mudahan cepat turun ya, karena kalau naik gini ibu-ibu mengeluh terus," tandasnya














BAB II
PEMBAHASAN

A. Defenisi Elastisitas dan Jenis Elastisitas
Elastisitas adalah suatu ukuran sensitivitas dari suatu variable terhadap variable lainnya atau presentase perubahan pada suatu variable sebagai reaksi atau satu persen perubahan lainnya.
Jenis-jenis elastisitas ada 5 yaitu :
1.                  Elastisitas (Ed >1)
2.                  Inelastistas (Ed < 1)
3.                  Uniter (Ed = 1)
4.                  Inelastisitas sempurna (Ed = 0)
5.                  Elastis sempurna (Ed= ~)

Kurva Permintaan yang elastis (E>1)
Permintaan dikatakan elastis apabila perubahan harga suatu barang menyebabkan perubahan permintaan yang besar . Misal : bila harga turun 10% menyebabkan permintaan barang naik 20% . Contoh : barang mewah seperti mobil
Kurva Permintaan yang Inelastis (E > 1)



Permintaan dikatakan inelastic jika perubahan permintaan lebih kecil daripada perubahan harga. Kalau harga naik 10% menyebabkan permintaan barang turun sebesar 6%. Misal : permintaan barang kebutuhan pokok.

Kurva permintaan yang elastis uniter (E=1)
Jika turun harga 10% permintaan barang naik 10%
Kurva permintaan inelastis sempurna

Perubahan harga tidak berpengaruh sama sekali terhadap jumlah barang yang diminta. Contohnya adalah permintaan garam, berapapun harganya orang akan tetap membeli jumlah yang dibutuhkan
Kurva permintaan elastis sempurna
Pada tingkat harga yang sama jumlah barang yang diminta berbeda beda
B. Elastisitas Permintaan
Analisis permintaan telah banyak memberikan tuntunan kepada para manajer perusahaan dalam menentukan strategi pemasaran, pemilahan tekinik promosi maupun penentuan harga. Elastisitas harga permintaan mengukur seberapa banyak kuantitas atas suatu barang berubah mengikuti perubahan harga barang tersebut. Dengan perkataan lain elastisitas permintaan mengukue seberapa pekanyajumlah barang tertentu yang diminati apa bila harga barang tersebut berubah-ubah.  Elastisitas permintaan adalah pengembangan suatu pengukuran kuantitatif yang menunjukan sampai dimana besarnya pengaruh perubahan harga terhadap perubahan permintaan.Perubahan harga yang menimbulkan akibat yang berbeda terhadap jumlah penawaran berbagai barang. Hukum permintaan mengatakan bahwa menurunnya harga harga suatu barang meningkatkan jumlah permintaan dan sebaliknya.
Dalam teori permintaan, besarnya perubahan permintaan karena adanya perubahan harga tidak diketahui seberapa besar efeknya, yang diketahui hanya perubahan jumlah yang diminta (cateris paribus). Contohnya permintaan beras, apakah dengan kenaikan beras akan serta merta diikuti dengan penurunan permintaan terhadap beras? Ukuran untuk melihat kepekaan permintaan barang disebut dengan elastisitas. Jadi elastisitas adalah suatu ukuran sensitivitas dari suatu variable lainnya.
Para ekonom menghitung elastisitas harga permintaan sebagai perubahan persentase jumlah permintaan dibagi perubahan persentase hatga. Artinya,
Elastisitas harga permintaan =
Sebagai contoh,anggaplah peningkatan 10 persen harga es krim mengakibatkan jumlah es krim yang anda beli turun hingga 20 persen. Elastisitas permintaan anda dihitung sebagi berikut:
Elastisitas harga permintaan =
Dalam contoh ini elastisitas adalah 2, mencerminkan bahwa perubahan jumlah permintaan sebanding dengan dua kali perubahan harga. Karena jumlah barang yang diminta berhubungan negatif dengan haraganya, maka perubahan presentase jumlah akan selalu memiliki tanda yang berlawanan dengan perubahan presentasi harga. Dalam contoh ini, perubahan persentase harga adalah positif 10 persen (mencerminkan sebuah peningkatan), dan perubahan persentase jumlah yang diminati adalah negatif 20 persen (mencerminkan sebuah penurunan). Atas alasan ini, elastisitas harga permintaan terkadang dinyatakan sebagai bilangan negatif. Terdapat 3 konsep elastisitas permintaan yang sering di bahas dalam imlu ekonomi, yaitu elastisitas harga,elastisitas pendapatan,dan elastisitas harga silang. Terdapat jenis-jenis elastisitas:
a.      Elastisitas Permintaan Harga (Price Elasticity of demand)
Elastisitas permintaan harga adalah derajat kepekaan dari jumlah, barang/jasa yang diminta atau faktor produksi terhadap perubahan harga. Elastisitas harga ini dapat dikaitan sebagai elastisitas permintaan dengan symbol ED, sehingga dari pernyataan di atas dapat dirumuskan sebagai berikut:
Ed = 
Misalkan harga perubahan dari P₁ menjadi P₂ dan jumlah barang yang diminati berubah dari Q₁ menjadi Q₂. Dengan pemisalan ini rumus di atas dapat dinyatakan sebagi berikut:
Ed =                               
Ed = Elastisitas permintaan harga
 = Perubahan jumlah barang yang diminta
 = Perubahan harga barang yang diminta
Q   = Jumlh barang harga yang diminta
P    = Harga barang yang diminta
Dengan rumus yang telah diterangkan diatas sekarang dapatlah dihitung besarnya koefisien elastisitas permintaan, apabila diketahui besarnya berubahan harga dan perubahan jumlah yang diminta
Diketahui:
P = 400              P = 300
Q = 10.000         Q = 15.000
Ditanya: Koefisiensi elastisitas ?
Jawab:                               
Ternyata ninai yang diperoleh adalah negatif. Ini merupakan keadaan yang selalu akan terjadi Nilai yang negatif disebabkan karena harga dan jumlah barang yang diminta mengalami perubahan kearah yang berbalikan. Penurun harga menaikan permintaan, manakalah kanaikan harga menurunkan permintaan.Di dalam menghitung koefesin biasnya tanda negative itu diabaikan sehingga nilai koefesin nilai beras adalah 2. Nilai tersebut berarti bahwa perubahan harga sebanyak 1 persen menimbulkan perubahan permintaan sebanyak 2 persen.
Perhitunga koefisen elastisitas diatas memiliki kelemahan yaitu hasil akan berbeda saat kasus harga menurun dengan kasus harga meningkat untuk kasus yang sama. Jadi untuk menyempurkan rumus yang di atas maka digunakanlah dengan metode nilai titik tengah yang akan dijelaskan dibawah ini:
Rumus nilai titik tengah atau elastisitas titik
Ed  =
Diketahui:
P= 4000                P= 3000
Q= 10.000              Q= 15.000
Ditanya: Koefisien elastisitas ?
Jawab:
Ed =                       = -1,4
Kasus 3.1
Fungsi permintaan akan suatu barang ditunjukan oleh persamaan Qd= 25 – 3P². Tentukanlah elastisitas permintaanya pada tingkat harga P= 5
Penyelesaian:
Qd= 25 – 3P²
Qd=  = -6P              Ed =
Qd=              = -6 (5).
Ed = 3 berarti bahwa apabila,dari kedudukan p=5,harga naik (turun) sebesar 1 persen maka jumlah barang yang diminta akan berkurang (bertambah) sebanyak 3 persen.

b.Elastisitas pendapatan (income elasticity of demand)
Elastisitas pendapatan adalah koefisien yang menunjukan besarnya perubahan permintaan suatu barang sebagai akibat dari perubahan pendapatan pembeli. Besar elastisitas pendapatan (EI) dapat ditentukan menggunakn rumus berikut:
E =
E =      Atau   Ec =  
 = Perubahan jumlah barang yang diminta
 = Perubahan pendapat
Q = Jumlah barang
Y = Pendapatan
Asumsinya adalah bahwa setiap orang akan menambah pembelian barang atau jasa apabila pendapatannya bertambah. Untuk kebanyakan barang, kenaikan pendapatan menyebabkan kenaikan permintaan, sehingga EI positif, barang tersebut bersifat barang normal.
Berbagai jenis barang akan berkurang permintaanya apabila pendapatan bertambah (EI<0) adalah barang inferior. Perubahan pendapatan menimbulkan perubahan kecil terhadap jumlah yang diminta (EI<1) adalah barang kebutuhan pokok, dan perubahan pendapatan menimbulkan perubahan permintaan lebih besar dari pada perubahan pendapatan (EI>1) adalaha brang mewah atau barang yang tahan lama.

c.Elastisitas Harga Silang (Cross Price elasticity of demand)
Elastisitas silang adalah koefisien yang menunjukan besarnya perubahan permintaan suatu barang apabila terjadi perubahan terhadap harga barang lain. Perubahan harga silang satu produk bias mempengaruhi permintaan produk lainnya. Hal ini dihitung dengan cara perubahan persentase jumlah permintaan barang X dibagi dengan perubahan persentasi harga barang Y. Artinya:
Ec =
Ec =     Atau    Ec =    
Qp = Perubahan jumlah barang X yang diminta
Py = Perubahan harga barang  Y
Qy = Jumlah barang X
Py = Harga barang Y
Elastisitas silang berlaku pada barang substitusi maupun barang komplementer. Nilai untuk barang substitusi adalah positif, artinya bahwa kenaikan harga suatu barang mengakibatkan naiknya jumlah barang yang diminta, dan sebaliknya penurunan harga suatu barang mengakibatkan turunnya jumlah barang yang diminta. Missal, naiknya harga mobil mengakibatkan kenaikan permintaan bus kota karena orang kurang menggunakan mobil dan lebih banyak yang naik bus kota untuk berpergian.
Nilai elastisitas untuk barang komplementer adalah negatif, artinya bahwa kenaikan harga suatu barang mengakibatkan penurunan jumlah permintaan barang komplementer. Misalnya kenaikan harga mobil karena spare part yang mahal, maka orang lebih suka untuk menggunakan bus kota.
C. ELASTISITAS HARGA DENGAN PENERIMAAN TOTAL
Hubungan Elastisitas dan total penerimaan
Hubungan antara elastisitas dan penerimaan total (total revenue, TR) dapat dijelaskan       dengan hubungan dua kurva di atas. Gambar atas (a) merupakan kurva permintaan yang berbentuk linier, sedangkan gambar bawah (b) merupakan kurva penerimaan total (TR).
Pada tingkat harga di atas P0 dan kuantitas disebelah kiri Q0, koefisien elastisitas lebih besar dari satu atau permintaannya elastis. Sedangkan pada tingkat harga ddi bawah P0 , dan kuantitas di sebelah kanan Q0 , koefisien lebih kecil dari satu, atau permintaannya adalah inelastis. Sedangkan pada titik tengah koefisien elastisitas sama dengan satu atau permintaannya unitary
Hubungan elastisitas dengan kurva penerimaan total dapat dijelaskan sebagai berikut, apabila elastisitas permintaannya adalah elastis (e>1), apabila harga turun maka TR akan naik, demikian sebaliknya kalau harga naik maka maka TR akan turun. Sedangkan kalau permintaannya inelastis (e<1), apabila harga turun maka TR akan turun dan bila harga naik maka TR akan naik. Sedangkan apabila permintaannya unitary elastic (e=1) maka TR mencapai maksimum.
Dalam bentuk tabel dapat diringkas sebagai berikut:
Koefisien Elastisitas (e)
Harga (P)
Penerimaan Total (TR)
>1
Turun
Naik
Naik
Turun
<1
Turun
Naik
Turun
Naik
=1
Konstan
Maksimum

D. Faktor - faktor yang menentukan tingkat elastisitas
Pembicaraan tentang elastisitas yang telah dilakukan sampai sekarang ini masih terbatas kepada memperhatikan perkaitan di antara perubahan harga dan perrnintaan. Konsep elastisitas yang telah di bincangkan mengukur sampai dimana responsifnya permintaan apabila harga mengalarni perubahan. Selain disebabkan oleh perubahan harga, permintaan juga dapat berubah sebagai akibat dari apita-faktor lain.

Adapun beberapa faktor yang menentukan tingkat elastisitas harga adalah:
a.       Banyaknya barang pengganti yang tersedia. Sesuatu barang mempunyai banyak barang pengganti, permintaannya cenderung untuk bersifat elastis. Permintaan terhadap barang yang tidak mempunyai barang pengganti adalah bersifat tidak elastis (in elastis) atau makìn sulit mencañ subtitusi suatu barang, permintaan makin inelastic, alasannya (i) kalau harga naik para pembelinya sukar memperoleh barang pengganti dan oleh karenanya harus tetap membeli barang tersebut, oleh sebab itu permintaamiya tidak banyak berkurang; dan (ii) kalau harga turun permintaanya tidak banyak bertambah karena tidak banyak tambahan pembeli yang pindah dan membeli barang yang bersaingan dengannya. Beras bagi masyarakat Indonesia sulit dicari subtitusinya, karena itu permintaan beras apital, Garam tidak mempunyai subtitusi, oleh karena itu permintaannya apital sempurna. Walaupun harganya naik, orang tetap membelinya dan seandainya harganya turun, orang tidak langsung memborong garam.
b.      Jumlah pemakai. Makin banyak jurnlah pemakai, permintaan akan suatu barang makin apital. Hampir semua suku bangsa di Indonesia mengonsumsi beras sebagai makan pokok. Tm alasan mengapa permintaan beras di Indonesia ineistis. Namun pokok tidaknya suatu barang adalah apital. Pesawat Televisi misalnya, bagi orang-orang di kota mungkin termasuk barang kebutuhan pokok, tetapi bagi masyarakat desa merupakan barang mewah, sehingga pembelinya dapat ditunda bila harganya naik.
c.       Persentase pendapatan yang dibelenjakan. Semakin besar bagian pendapatan yang diperlukan untuk membeli sesuatu barang, semakin elastis permintaan terhadap barang tersebut.
d.      Jangka waktu analisis. Semakin lama jangka waktu dirnana permintaan itu dianalisis, semakin elastis sifat permintaan sesuatu barang. Dalam jangka waktu yang singkat permintaan bersifat lebih tidak elastis karena perubahan-perubahan yang baru terjadi dalam pasar belum diketahui  oleh para pembeli. Oleh sebab ita inereka cenderung untuk meminta barang-barang yang biasa dibelinya walaupun harganya mengalami kenaikan. Dengan demikian dalam jangka pendek permintaan tidak banyak mengalami perubahan. Dalam jangka waktu yang lebih panjang para pembeli dapat menean barang pengganti yang mengalami kenaikan harga dan ini akan banyak niengurangi perrnintaan terhadap barang yang disebutkan belakangan ini. Juga dalam jangka panjang barang pengganti mengalami perubahan dalam mutu dan desainnya dan akan menyebabkan orang lebih mudah pindah kepada membeli barang pengganti.

Contoh soal  Elastisitas:
Suatu riset pasar yang dilakukan perusahaan rnenunjukkan bahwa barang X dirumuskan dalam suatu model permintaan barang X, sebagai berikut:
=35 – 2Px +    + 0,2 I
Diketahui nilai apital Px = 4; Py1 = 2; Py2 = 3; I = l00
Pertanyaan:
1.      Tentukan besarnya elastisitas harga permintaan barangXdanjelaskan miai koefisien yang diperoleh. Tentukan sifat permintaan barang X dan jelaskan alasan Saudara. Perusahaan ingin memngkatkan Penerimaan Total (TR) melalui kebijakan harga. Apa yang hams dilakukan perusahaan tersebut? Bagimana kebijakan harga yang seharusnya dilakukan perusahaan?
2.      Tentukan elastisitas harga silang antara barang X dan barang Y1. Jelaskan nilai koefisien elastisitas harga silang tersebut. Apa hubungan antara barang Xterhadap barang Y1.
3.      Tentukan ekastisitas harga silang antara barang X dan barang Y2. Jelaskan nilai koefisien elastisitas harga silang tersebut. Apa hubungan antara barang X terhadap barang Y2.
4.      Tentukan elastisitas pendapatan térhadap permintaan barang X Jelaskan nilai koefisien elastisitas pendapatan tersebut. Berdasarkan besarnya elastisitas penghasilan, apa jenis barang X ini. Berikan alasan jawaban Saudara.
Jawab:
 1.Menentukan besamya elastisitas harga permintaan barang X adalah:
= 35 – 2(4) + 2 – 3(3) + 0,2(100);
 = 35 – 8 + 2 – 9 + 20= 40;

 = -2; Ep =  x  ; Ep = (-2) x  = - 0,2
Atau nilai mutlak 0,2. Nilai koefisien 0,2 menunjukkan setiap perubahan harga barang X sebesar 1 % akan mengubah jumlah barang X yang diminta sebesar 0,2 % , artinya jika harga barang X naik 1% maka jumlah barang X yang diminta turun 0,2 % ceteris paribus. Sifat permintaan barang X adalah apital ditunjukkan dengan nilai koefisien lebih kecil dan 1. Jika perusahaan ingin meningkatkan penerimaan total (TR) melalui kebijakan harga, yakni dengan cara perusahaan tersebut harus menaikkan harga, karena jika permintaan suatu barang sifatnya apital, persentase penurunanjumlah barang yang diminta lebih rendah dan path kenaikkan harga. Akibatnya penerimaan perusahaan dapat meningkat.

2. Elastisitas harga silang antara barang X dan barang Y1 adaiah :
 = 1; Ex  = 1 x    = 0,05
Nilai koefisien sebesar 0,05 menunjukkan bahwa bilamana harga barang Y1 naik 1% maka jumlah barang X yang diminta akan naik sebesar 0,05 %. Nilai koefisien bemilai positif artinya barang X bersubtitusi terhadap barang Y1.

3. Elastisitas harga silang antara barang X dan barang Y2 adalah:
 = -3; Ex  =  x   ; Ex  = (-3) x  = -0,225

Nilai koefisien sebesar -0,225 menunjukkan bahwa bilamana harga barang Y2 naik 1% maka jumlah barang X yang diniinta akan turun sebesar -0,225 %. Nilai koefisien bemilai apital artinya barang X berkomplementer terhadap barang Y2.

4. Elastisitas pendapatan terhadap permintaan barang X adalah:
 = 0,2; EI =  x  ; EI = 0,2 x  = 0,5
Nilai koefisien sebesar 0,5 menunjukkan bilamana penthpatan konsumen naik 1% maka permintaan terhadap barang X akan naik sebesar 0,5%. Koefisien elastisitas pendapatan terhadap permintaan barang X lebih kecil dai 1 dan bernilai positif, artinya barang X adalah merupakan barang normal thn termasuk dalam kategori barang kebutuhan pokok.

A.               Elastisitas Penawaran
Elastisitas penawaran mengukur responsif permintaan yang timbulkan oleh perubahan harga. Sedangkan elastisitas penawaran mengukur responsif penawaran sebagai akibat perubahan harga. Penawaran suatu barang dikatakan elastis apabila jumlah barang yang ditawarkan berubah banyak jika harganya berubah. Dan penawaran dikatakan inelastis apabila jumlah barang yang ditawarkan berubah hanya sedikit saja jika harganya berubah.

Koefisien Elastisitas Penawaran
Koefisien elastisitas penawaran dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut
ES=

Untuk perhitungan rumus diatas perlu diubah menjadi
Koefisien elastisitas penawaran yang dihitung dengan rumus diatas juga akan menghadapi masalah yang sama seperti dalam menghitung elastisitas permintaan, yaitu a kan diperboleh du nilai koefisien elastisitas. Untuk mengatasinya dapat digunakan cara yang sama dengan dalam menghitung nilai koefisien elastisitas permintaan, yaitu nilai koefisien penawaran dihitung dengan menggunakan rumus titik tengah.
Elastisitas penawaran = perubahan persentase jumlah yanh ditawarkan
Perubahan persentase harga
Sebagai contoh : peningkatan harga susu dari $2.85 ke $3,15 satu galonnya meningkatkan jumlah yang diproduksi para petani, dari 9.000 galon setiap bulan. Dengan menggukan metode nilai tengah, kita menghitung perubahan persentase harga sebagai berikut.
Perubahan persentase harga                            = (3,15 ─ 2,85)/3,00 × 100 = 10 persenᵧᵡᵞs
Perubahan persentase jumlah penawaran        = (11.000 ─ 9.000)/ 10.000 × 100 =20 persen
Elastisitas Harga Penawaran                           = 20 persen / 10 persen = 2,0
Dalam contoh ini, elastisitas yang bernilai 2 berarti perubahan jumlah penawaran sebanding dengan dua kali perubahan harga.
Kasus 3.2á¶³
Hasil suatu penelitian  terhadap perilaku perusahaan dalam menawarkan barang X yang diproduksi dirumuskan dalam suatu persamaan,
Qsâ‚“ = 40 + 5Px ─ 2Py ─ 10 N . QS× adalah jumlah barang yang ditawarakan ; Px adalah harga barang X ; Py adalah harga input; N adalah banyaknya macam barang pesaing.
Pertanyaan
Tentukan besarnya koefisien elastisitas harga penawaraan barang X pada tingkat Px = 4; Py = 2; N = 3. Berikan penjelasaan dari setiap nilai koefisien elastisitas tersebut.
Jawab:
Koefisien elastisitas harga penawaran barang X dapat diperoleh dengan menggunakan formulasi sebagai berikut : Qs× 40 + 5(4) ─ 2(2) ─ 10(3) = 26.
Nilai koefisien sebesar 0,77 menunjukkan bahwa penawaran barang X bersifat apital, ditunjukkan dengan nilai koefisiennya lebih kecil dari 1. Artinya jika terjadi kenaikan harga barang X sebesar 1% akan menyebabkan perusahaan tersebut menaikkan jumlah penawarannya sebanyak 0,77 %.
Kasus 3.3
Fungsi suatu penawaran barang dicerminkan oleh Qs = −200 + 7P².  Berapa elastisitas penawarannya pada tingkat harga P = 10 dan P = 15?
Qs= -200+7P²                                                             Es=
Q’d=
Pada P=10,Es= 140.
Pada P= 15,Es= 210.
Ada lima jenis elastisitas penawaran :
1.      Penawaran inelastis sempurna, ES = 0. Penawaaran tidak dapat ditambah pada tingkat harga berapapun, sehingga kurva  penawaran (S) akan terlihat vertical.
2.      Penawaran inelastic, ES < 1. Perubanahan penawaran lebih kecil dari perubahan harga, artinya perubahan harga mengakibatkan perubahan yang relatif kecil terhadap penawaran.
3.      Penawaran uniter, ES =  1. Perubahan penawaran sama dengan perubahan harga.
4.      Penawaran elastis, ES > 1. Perubahan penawaran lebih besar dari perubahan harga, artinya perubahan harga mengakibatkan perubahan yang relatif besar terhadap penawaran.
5.      Penawaran elastis sempurna, ES = ∞. Perusahaan dapat menyuplai berapa pun kebutuhan pada satu tingkat harga tertentu. Perusahaan mampu menyuplai pada biaya per unit konstan dan tidak ada limit kapasitas produksi.

Faktor Penentu Elastisitas Penawaran
Ada dua apita yang sangat penting dalam menentukan elastisitas penawaran, yaitu.
1.                  Kemampuan penjual / produsen merubah jumlah produksi
Ini berkaitan biaya dan kapasitas produksi.penawaran akan cenderung tidak elastis apabila salah satu dari hal-hal berikut terjadi :
·   Biaya produksi untuk menaikkan jumlah penawaran besar. Misalnya jika produksi saat ini telah mencapai skala ekonomis dan biaya rata-rata minimal, maka penambahan satu unit produksi akan menambah biaya rata-rata dan mengakibatkan produksi berada dalam skala tidak ekonomis
·   Atau kapasitas produksi telah terpakai penuh, sehingga penambahan kapasitas akan memerlukan pabrik/mesin baru, misalnya, yang membutuhkan investasi besar. Sementara penawaran akan cenderung elastis jika yang terjadi adalah sebaliknya.

2.                  Jangka waktu analisis
Pengaruh waktu analisis terhadap elastisitas penawaran dibedakan menjadi tiga:
·   Jangka waktu yang sangat singkat . pada jangka waktu yang sangat singkat , penjual/produsen tidak dapat menambah penawarannya, sehingga penawaran menjadi tidak elastis sempurna.
·   Jangka pendek. Kapasitas produksi tidak dapat ditambah dalam jangka pendek, namun perusahaan masih dapat menaikkan produksi dengan kapasitas yang tersedia dengan memanfaatkan fakto-faktor produksi yang ada. Hasilnya penawaran dapat dinaikkan dalam persentase  yang apital kecil, sehingga penawaran tidak elastis.
·   Jangka panjang. Produksi dan jumlah penawaraan barang lebih mudah dinaikkan dalam jangka panjang, sehingga penawaran lebih bersifat elastis.



3.                  Stok persediaan
Semakin besar persediaan, semakin elastis persediaan. Ini karena produsen dapat segera memenuhi kenaikan permintaan dengan persediaan yang ada

4.                  Kemudahan substitusi apita / input.
Semakin tinggi mobilitas mesin (atau apital lainnya) dan tenaga kerja, semakin elastis penawaran. Semakin elastis mobilitas capital dan tenaga kerja, semakin mudah produsen memenuhi perubahan permintaan yang terjadi. Ini karena apital dan tenaga kerja lebih fleksibel, sehingga dapat ditambah atau dikurangi sewaktu-waktu dibutuhkan.










BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Penjelasan dari contoh kasus
Q1= 1                          Q2 = ½
P1= 15.000                  P2 = 80.000
Ed =
=
=
=
= -0.155
Bila nilai yang diperoleh adalah negative. Ini merupakan keadaan yang selalu akan terjadi. Nilai yang negative disebabkan karena harga dan jumlah barang yang diminta mengalami perubahan ke arah yang berbalikan. Perununan harga menaikkan permintaan, manakala kenaikan harga menurunkan permintaan. Jadi dari kasus tersebut dapat disimpulkan bahwa kasus tersebut merupakan inelastisitas karena Ed < 1
X=cabe
Y= bawang
E x Y =    . 
=     .       
=   . 
=    .   15
= -7.5
Negatif atau positifnya nilai elastisitas harga silang dari permintaan, bergantung pada kedua barang adalah adalah subsitusi atau kompelemter. Barang subsitusi adalah barang yang bersifat pengganti, biasanya koefisien elastisitasnya positif. Sedangkan barang kompelemter adalah bersifat pelengkap, koefisien elastisitasnya bersifat negetif.
Jika X dan Y adalah kompelemter, X hanya bisa digunakan bersama-sama Y. penambahan atau pengurang terhadap X, menyebabkan penambahan atau pengurang terhadap Y. kenaikan harga Y menyebabkan permintaan terhadap Y menurun, yang menyebabkan permintaan terhadap X ikut menurun.














DAFTAR PUSTAKA

Imsar, Dkk. 2018. Ekonomi Mikro. Medan: FEBI UINSU Press

No comments:

Post a Comment