BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Ekonomi
mikro merupakan ruang lingkup yang kecil dalam perekonomian. Pada bagian
elastisitas yang muncul dalam mikro ekonomi tersebut dapat terjadi dan menjadi
barang subsitusi. Kepuasan manusia tidak dapat diukur, namun yang diukur adalah
marginal kepuasannya. Ketika gaji meningkat, maka tingkat kepuasannya pun
meningkat. Kepuasan dan gaji berkaitan dengan hrga dan kuantitas. Ketika gaji menurun maka manusia tidak dapat memenuhi
kebutuhannya yang paling puas, maka mereka pun mencari barang subsitusi lain,
inilah elastisitas dalam mikro ekonomi.
Elastisitas
merupakan koefisien elastisitas pendapatan yang mencoba menjelaskan perilaku
konsumen dalam menggunakan pendapatannya untuk membeli jenis atau barang.
Elastisitas pendapatan pun mengukur berapa persen permintaan terhadap suatu
barang berubah bila pendapatan berupa sebear satu persen.
1.2
Rumusan Masalah
1.
Apa
pengertian elastisitas dan jenis
elastisitas?
2.
Apakah
elastisitas permintaan?
3.
Bagaimanakah
elastisitas dan total permintaan?
4.
Apa aja factor
penentu tingkat elastisitas?
5.
Apakah
elastisitas penawaaran?
CONTOH
KASUS
Harga cabai rawit di Depok meroket,
dari Rp 15.000 kini jadi Rp 80.000 per Kg
Sabtu,
17 Maret 2018 13:00 Reporter : Desi Aditia Ningrum
Harga
Cabe Naik. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko
Merdeka.com
- Harga cabai rawit pada minggu kedua Maret 2018 kembali mengalami kenaikan
hingga Rp 80.000 per kilogram (kg). Padahal sebelumnya harga cabai rawit hanya
sekitar Rp 15.000 per kg.
BERITA
TERKAIT
Harga
cabai tembus Rp 80.000 per Kg, pedagang warteg menjerit
Pasokan
langka, harga cabai rawit dan bawang merangkak naik
Awal
tahun 2018, harga cabai masih tinggi hingga Rp 60.000 per Kg
Salah
satu pedagang sayur, Ati, mengatakan selain cabai rawit, cabai merah juga
mengalami kenaikan yang cukup tinggi mencapai Rp 60.000 per kg dari sebelumnya hanya
sebesar Rp 15.000 per kg.
"Naiknya
ini dari sebelum Imlek. Pernah turun tetapi cuma Rp 1.000. Ini sekarang cabai
naik lagi sampai Rp 80.000 per kg kalau rawit," katanya kepada merdeka.com
di pasar tradisional, Depok, Sabtu (17/3).
Melonjaknya
harga cabai mempengaruhi harga bumbu lainnya seperti, bawang merah, bawang putih,
bawang bombay dan tomat.
Bawang
merah yang semula Rp 15.000 kini naik menjadi Rp 30.000 per kg. Bawang putih
naik menjadi Rp 45.000 per kg dari sebelumnya Rp 20.000 per kg.
"Bawang
bombay juga naik jadi Rp 18.000 per kg, biasanya cuma Rp 15.000. Kalau tomat
sekarang Rp 8.000 per kg dari Rp 5.000 per kg," ujarnya.
Ati
menuturkan, kenaikan bumbu dapur ini tidak berpengaruh terhadap omsetnya, hanya
saja berpengaruh kepada penjualan. Di mana pembeli biasanya membeli 1 kg,
sekarang berkurang menjadi 1/2 kg. Meski begitu cabai dan bumbu dapur lainnya
masih tetap diburu.
"Kalau
omset sih tidak pengaruh ya, karena kan cabai dan bawang ini bisa dibilang
kebutuhan yang wajib jadi walau naik tetap dibeli, tapi ibu-ibu ngurangi
belinya. Misalnya biasa setengah jadi seperempat," terang Ati.
Kendati
harga naik, keuntungan yang didapat tidak begitu besar padahal modal yang
dikeluarkan cukup besar. Oleh karena itu, dia berharap harga bahan pokok segera
stabil agar para pembeli tidak terus mengeluh.
"Mudah-mudahan
cepat turun ya, karena kalau naik gini ibu-ibu mengeluh terus," tandasnya
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Defenisi Elastisitas dan Jenis
Elastisitas
Elastisitas
adalah suatu ukuran sensitivitas dari suatu variable terhadap variable lainnya
atau presentase perubahan pada suatu variable sebagai reaksi atau satu persen
perubahan lainnya.
Jenis-jenis
elastisitas ada 5 yaitu :
1.
Elastisitas (Ed
>1)
2.
Inelastistas (Ed
< 1)
3.
Uniter (Ed = 1)
4.
Inelastisitas
sempurna (Ed = 0)
5.
Elastis sempurna
(Ed= ~)
Kurva Permintaan yang elastis
(E>1)
Permintaan
dikatakan elastis apabila perubahan harga suatu barang menyebabkan perubahan
permintaan yang besar . Misal : bila harga turun 10% menyebabkan permintaan
barang naik 20% . Contoh : barang mewah seperti mobil
Kurva Permintaan yang Inelastis (E
> 1)
Permintaan
dikatakan inelastic jika perubahan permintaan lebih kecil daripada perubahan
harga. Kalau harga naik 10% menyebabkan permintaan barang turun sebesar 6%.
Misal : permintaan barang kebutuhan pokok.
Kurva permintaan yang elastis
uniter (E=1)
Jika
turun harga 10% permintaan barang naik 10%
Kurva permintaan inelastis sempurna
Perubahan
harga tidak berpengaruh sama sekali terhadap jumlah barang yang diminta.
Contohnya adalah permintaan garam, berapapun harganya orang akan tetap membeli
jumlah yang dibutuhkan
Kurva permintaan elastis sempurna
Pada
tingkat harga yang sama jumlah barang yang diminta berbeda beda
B. Elastisitas Permintaan
Analisis
permintaan telah banyak memberikan tuntunan kepada para manajer perusahaan
dalam menentukan strategi pemasaran, pemilahan tekinik promosi maupun penentuan
harga. Elastisitas harga permintaan mengukur seberapa banyak kuantitas atas
suatu barang berubah mengikuti perubahan harga barang tersebut. Dengan
perkataan lain elastisitas permintaan mengukue seberapa pekanyajumlah barang
tertentu yang diminati apa bila harga barang tersebut berubah-ubah. Elastisitas permintaan adalah pengembangan
suatu pengukuran kuantitatif yang menunjukan sampai dimana besarnya pengaruh
perubahan harga terhadap perubahan permintaan.Perubahan harga yang menimbulkan
akibat yang berbeda terhadap jumlah penawaran berbagai barang. Hukum permintaan
mengatakan bahwa menurunnya harga harga suatu barang meningkatkan jumlah
permintaan dan sebaliknya.
Dalam
teori permintaan, besarnya perubahan permintaan karena adanya perubahan harga
tidak diketahui seberapa besar efeknya, yang diketahui hanya perubahan jumlah
yang diminta (cateris paribus). Contohnya permintaan beras, apakah dengan
kenaikan beras akan serta merta diikuti dengan penurunan permintaan terhadap
beras? Ukuran untuk melihat kepekaan permintaan barang disebut dengan
elastisitas. Jadi elastisitas adalah suatu ukuran sensitivitas dari suatu
variable lainnya.
Para
ekonom menghitung elastisitas harga permintaan sebagai perubahan persentase
jumlah permintaan dibagi perubahan persentase hatga. Artinya,
Elastisitas
harga permintaan =
Sebagai
contoh,anggaplah peningkatan 10 persen harga es krim mengakibatkan jumlah es
krim yang anda beli turun hingga 20 persen. Elastisitas permintaan anda
dihitung sebagi berikut:
Elastisitas
harga permintaan =
Dalam
contoh ini elastisitas adalah 2, mencerminkan bahwa perubahan jumlah permintaan
sebanding dengan dua kali perubahan harga. Karena jumlah barang yang diminta
berhubungan negatif dengan haraganya, maka perubahan presentase jumlah akan
selalu memiliki tanda yang berlawanan dengan perubahan presentasi harga. Dalam
contoh ini, perubahan persentase harga adalah positif 10 persen (mencerminkan
sebuah peningkatan), dan perubahan persentase jumlah yang diminati adalah
negatif 20 persen (mencerminkan sebuah penurunan). Atas alasan ini, elastisitas
harga permintaan terkadang dinyatakan sebagai bilangan negatif. Terdapat 3
konsep elastisitas permintaan yang sering di bahas dalam imlu ekonomi, yaitu
elastisitas harga,elastisitas pendapatan,dan elastisitas harga silang. Terdapat
jenis-jenis elastisitas:
a.
Elastisitas
Permintaan Harga (Price Elasticity of demand)
Elastisitas
permintaan harga adalah derajat kepekaan dari jumlah, barang/jasa yang diminta
atau faktor produksi terhadap perubahan harga. Elastisitas harga ini dapat
dikaitan sebagai elastisitas permintaan dengan symbol ED, sehingga dari
pernyataan di atas dapat dirumuskan sebagai berikut:
Ed
=
Misalkan
harga perubahan dari P₁
menjadi P₂ dan jumlah barang yang diminati berubah dari Q₁ menjadi Q₂. Dengan
pemisalan ini rumus di atas dapat dinyatakan sebagi berikut:
Ed =
→
→
Ed
= Elastisitas permintaan harga
Q = Jumlh barang harga yang diminta
P = Harga barang yang diminta
Dengan
rumus yang telah diterangkan diatas sekarang dapatlah dihitung besarnya
koefisien elastisitas permintaan, apabila diketahui besarnya berubahan harga
dan perubahan jumlah yang diminta
Diketahui:
P₁ = 400 P₂ = 300
Q₁ = 10.000 Q₂ = 15.000
Ditanya:
Koefisiensi elastisitas ?
Jawab:
→
→
→
Ternyata
ninai yang diperoleh adalah negatif. Ini merupakan keadaan yang selalu akan
terjadi Nilai yang negatif disebabkan karena harga dan jumlah barang yang
diminta mengalami perubahan kearah yang berbalikan. Penurun harga menaikan
permintaan, manakalah kanaikan harga menurunkan permintaan.Di dalam menghitung
koefesin biasnya tanda negative itu diabaikan sehingga nilai koefesin nilai
beras adalah 2. Nilai tersebut berarti bahwa perubahan harga sebanyak 1 persen
menimbulkan perubahan permintaan sebanyak 2 persen.
Perhitunga
koefisen elastisitas diatas memiliki kelemahan yaitu hasil akan berbeda saat kasus
harga menurun dengan kasus harga meningkat untuk kasus yang sama. Jadi untuk
menyempurkan rumus yang di atas maka digunakanlah dengan metode nilai titik
tengah yang akan dijelaskan dibawah ini:
Rumus
nilai titik tengah atau elastisitas titik
Ed =
Diketahui:
P₁= 4000 P₂= 3000
Q₁= 10.000 Q₂= 15.000
Ditanya:
Koefisien elastisitas ?
Jawab:
Ed
=
→
→
= -1,4
Kasus
3.1
Fungsi
permintaan akan suatu barang ditunjukan oleh persamaan Qd= 25 – 3P². Tentukanlah
elastisitas permintaanya pada tingkat harga P= 5
Penyelesaian:
Qd=
25 – 3P²
Qd=
=
-6P Ed =
Qd=
= -6 (5).
Ed
= 3 berarti bahwa apabila,dari kedudukan p=5,harga naik (turun) sebesar 1
persen maka jumlah barang yang diminta akan berkurang (bertambah) sebanyak 3
persen.
b.Elastisitas
pendapatan (income elasticity of demand)
Elastisitas
pendapatan adalah koefisien yang menunjukan besarnya perubahan permintaan suatu
barang sebagai akibat dari perubahan pendapatan pembeli. Besar elastisitas
pendapatan (EI) dapat ditentukan menggunakn rumus berikut:
E₁ =
E₁ =
Atau Ec =
Q
= Jumlah barang
Y
= Pendapatan
Asumsinya
adalah bahwa setiap orang akan menambah pembelian barang atau jasa apabila
pendapatannya bertambah. Untuk kebanyakan barang, kenaikan pendapatan menyebabkan
kenaikan permintaan, sehingga EI positif, barang tersebut bersifat barang
normal.
Berbagai
jenis barang akan berkurang permintaanya apabila pendapatan bertambah (EI<0)
adalah barang inferior. Perubahan pendapatan menimbulkan perubahan kecil terhadap
jumlah yang diminta (EI<1) adalah barang kebutuhan pokok, dan perubahan
pendapatan menimbulkan perubahan permintaan lebih besar dari pada perubahan
pendapatan (EI>1) adalaha brang mewah atau barang yang tahan lama.
c.Elastisitas Harga
Silang (Cross Price elasticity of demand)
Elastisitas
silang adalah koefisien yang menunjukan besarnya perubahan permintaan suatu
barang apabila terjadi perubahan terhadap harga barang lain. Perubahan harga
silang satu produk bias mempengaruhi permintaan produk lainnya. Hal ini
dihitung dengan cara perubahan persentase jumlah permintaan barang X dibagi
dengan perubahan persentasi harga barang Y. Artinya:
Ec
=
Ec
=
Atau Ec =
Qy
= Jumlah barang X
Py
= Harga barang Y
Elastisitas
silang berlaku pada barang substitusi maupun barang komplementer. Nilai untuk
barang substitusi adalah positif, artinya bahwa kenaikan harga suatu barang
mengakibatkan naiknya jumlah barang yang diminta, dan sebaliknya penurunan
harga suatu barang mengakibatkan turunnya jumlah barang yang diminta. Missal,
naiknya harga mobil mengakibatkan kenaikan permintaan bus kota karena orang
kurang menggunakan mobil dan lebih banyak yang naik bus kota untuk berpergian.
Nilai
elastisitas untuk barang komplementer adalah negatif, artinya bahwa kenaikan
harga suatu barang mengakibatkan penurunan jumlah permintaan barang
komplementer. Misalnya kenaikan harga mobil karena spare part yang mahal, maka
orang lebih suka untuk menggunakan bus kota.
C. ELASTISITAS HARGA
DENGAN PENERIMAAN TOTAL
Hubungan
Elastisitas dan total penerimaan
Hubungan
antara elastisitas dan penerimaan total (total revenue, TR) dapat dijelaskan dengan hubungan dua kurva di atas. Gambar
atas (a) merupakan kurva permintaan yang berbentuk linier, sedangkan gambar
bawah (b) merupakan kurva penerimaan total (TR).
Pada
tingkat harga di atas P0 dan kuantitas disebelah kiri Q0, koefisien elastisitas
lebih besar dari satu atau permintaannya elastis. Sedangkan pada tingkat harga
ddi bawah P0 , dan kuantitas di sebelah kanan Q0 , koefisien lebih kecil dari
satu, atau permintaannya adalah inelastis. Sedangkan pada titik tengah
koefisien elastisitas sama dengan satu atau permintaannya unitary
Hubungan
elastisitas dengan kurva penerimaan total dapat dijelaskan sebagai berikut,
apabila elastisitas permintaannya adalah elastis (e>1), apabila harga turun
maka TR akan naik, demikian sebaliknya kalau harga naik maka maka TR akan
turun. Sedangkan kalau permintaannya inelastis (e<1), apabila harga turun
maka TR akan turun dan bila harga naik maka TR akan naik. Sedangkan apabila
permintaannya unitary elastic (e=1) maka TR mencapai maksimum.
Dalam
bentuk tabel dapat diringkas sebagai berikut:
Koefisien
Elastisitas (e)
|
Harga
(P)
|
Penerimaan
Total (TR)
|
>1
|
Turun
Naik
|
Naik
Turun
|
<1
|
Turun
Naik
|
Turun
Naik
|
=1
|
Konstan
|
Maksimum
|
D. Faktor - faktor yang
menentukan tingkat elastisitas
Pembicaraan tentang elastisitas yang telah dilakukan sampai sekarang ini
masih terbatas kepada memperhatikan perkaitan di antara perubahan harga dan
perrnintaan. Konsep elastisitas yang telah di bincangkan mengukur sampai dimana
responsifnya permintaan apabila harga mengalarni perubahan. Selain disebabkan
oleh perubahan harga, permintaan juga dapat berubah sebagai akibat dari apita-faktor
lain.
Adapun beberapa faktor yang menentukan tingkat elastisitas harga adalah:
a. Banyaknya barang pengganti yang tersedia. Sesuatu barang mempunyai banyak
barang pengganti, permintaannya cenderung untuk bersifat elastis. Permintaan
terhadap barang yang tidak mempunyai barang pengganti adalah bersifat tidak
elastis (in elastis) atau makìn sulit mencañ subtitusi suatu barang, permintaan
makin inelastic, alasannya (i) kalau harga naik para pembelinya sukar
memperoleh barang pengganti dan oleh karenanya harus tetap membeli barang tersebut,
oleh sebab itu permintaamiya tidak banyak berkurang; dan (ii) kalau harga turun
permintaanya tidak banyak bertambah karena tidak banyak tambahan pembeli yang
pindah dan membeli barang yang bersaingan dengannya. Beras bagi masyarakat
Indonesia sulit dicari subtitusinya, karena itu permintaan beras apital, Garam
tidak mempunyai subtitusi, oleh karena itu permintaannya apital sempurna.
Walaupun harganya naik, orang tetap membelinya dan seandainya harganya turun,
orang tidak langsung memborong garam.
b. Jumlah pemakai. Makin banyak jurnlah pemakai, permintaan akan suatu barang
makin apital. Hampir semua suku bangsa di Indonesia mengonsumsi beras sebagai
makan pokok. Tm alasan mengapa permintaan beras di Indonesia ineistis. Namun
pokok tidaknya suatu barang adalah apital. Pesawat Televisi misalnya, bagi
orang-orang di kota mungkin termasuk barang kebutuhan pokok, tetapi bagi
masyarakat desa merupakan barang mewah, sehingga pembelinya dapat ditunda bila
harganya naik.
c. Persentase pendapatan yang dibelenjakan. Semakin besar bagian pendapatan
yang diperlukan untuk membeli sesuatu barang, semakin elastis permintaan
terhadap barang tersebut.
d. Jangka waktu analisis. Semakin lama jangka waktu dirnana permintaan itu
dianalisis, semakin elastis sifat permintaan sesuatu barang. Dalam jangka waktu
yang singkat permintaan bersifat lebih tidak elastis karena perubahan-perubahan
yang baru terjadi dalam pasar belum diketahui oleh para pembeli. Oleh sebab ita inereka
cenderung untuk meminta barang-barang yang biasa dibelinya walaupun harganya
mengalami kenaikan. Dengan demikian dalam jangka pendek permintaan tidak banyak
mengalami perubahan. Dalam jangka waktu yang lebih panjang para pembeli dapat
menean barang pengganti yang mengalami kenaikan harga dan ini akan banyak
niengurangi perrnintaan terhadap barang yang disebutkan belakangan ini. Juga
dalam jangka panjang barang pengganti mengalami perubahan dalam mutu dan
desainnya dan akan menyebabkan orang lebih mudah pindah kepada membeli barang
pengganti.
Contoh soal Elastisitas:
Suatu riset pasar yang dilakukan perusahaan rnenunjukkan bahwa barang X dirumuskan
dalam suatu model permintaan barang X, sebagai berikut:
=35 – 2Px +
–
+ 0,2 I
Diketahui nilai apital Px = 4; Py1 = 2; Py2 = 3; I = l00
Pertanyaan:
Pertanyaan:
1. Tentukan besarnya elastisitas harga permintaan barangXdanjelaskan miai
koefisien yang diperoleh. Tentukan sifat permintaan barang X dan jelaskan
alasan Saudara. Perusahaan ingin memngkatkan Penerimaan Total (TR) melalui
kebijakan harga. Apa yang hams dilakukan perusahaan tersebut? Bagimana
kebijakan harga yang seharusnya dilakukan perusahaan?
2. Tentukan elastisitas harga silang antara barang X dan barang Y1. Jelaskan
nilai koefisien elastisitas harga silang tersebut. Apa hubungan antara barang
Xterhadap barang Y1.
3. Tentukan ekastisitas harga silang antara barang X dan barang Y2. Jelaskan
nilai koefisien elastisitas harga silang tersebut. Apa hubungan antara barang X
terhadap barang Y2.
4. Tentukan elastisitas pendapatan térhadap permintaan barang X Jelaskan nilai
koefisien elastisitas pendapatan tersebut. Berdasarkan besarnya elastisitas
penghasilan, apa jenis barang X ini. Berikan alasan jawaban Saudara.
Jawab:
1.Menentukan besamya elastisitas harga permintaan barang X adalah:
1.Menentukan besamya elastisitas harga permintaan barang X adalah:
Atau nilai mutlak 0,2. Nilai koefisien 0,2 menunjukkan setiap perubahan
harga barang X sebesar 1 % akan mengubah jumlah barang X yang diminta sebesar
0,2 % , artinya jika harga barang X naik 1% maka jumlah barang X yang diminta
turun 0,2 % ceteris paribus. Sifat permintaan barang X adalah apital
ditunjukkan dengan nilai koefisien lebih kecil dan 1. Jika perusahaan ingin meningkatkan
penerimaan total (TR) melalui kebijakan harga, yakni dengan cara perusahaan
tersebut harus menaikkan harga, karena jika permintaan suatu barang sifatnya apital,
persentase penurunanjumlah barang yang diminta lebih rendah dan path kenaikkan
harga. Akibatnya penerimaan perusahaan dapat meningkat.
2. Elastisitas harga silang antara barang X dan barang Y1 adaiah :
Nilai koefisien sebesar 0,05 menunjukkan bahwa bilamana harga barang Y1
naik 1% maka jumlah barang X yang diminta akan naik sebesar 0,05 %. Nilai
koefisien bemilai positif artinya barang X bersubtitusi terhadap barang Y1.
3. Elastisitas harga silang antara barang X dan barang Y2 adalah:
Nilai koefisien sebesar -0,225 menunjukkan bahwa bilamana harga barang Y2
naik 1% maka jumlah barang X yang diniinta akan turun sebesar -0,225 %. Nilai
koefisien bemilai apital artinya barang X berkomplementer terhadap barang Y2.
4. Elastisitas pendapatan terhadap permintaan barang X adalah:
Nilai koefisien sebesar 0,5 menunjukkan bilamana penthpatan konsumen naik
1% maka permintaan terhadap barang X akan naik sebesar 0,5%. Koefisien
elastisitas pendapatan terhadap permintaan barang X lebih kecil dai 1 dan
bernilai positif, artinya barang X adalah merupakan barang normal thn termasuk
dalam kategori barang kebutuhan pokok.
A.
Elastisitas
Penawaran
Elastisitas
penawaran mengukur responsif
permintaan yang timbulkan oleh perubahan harga. Sedangkan elastisitas penawaran mengukur responsif penawaran sebagai akibat perubahan
harga. Penawaran suatu barang dikatakan elastis apabila
jumlah barang yang ditawarkan berubah banyak jika harganya berubah. Dan
penawaran dikatakan inelastis apabila
jumlah barang yang ditawarkan berubah hanya sedikit saja jika harganya berubah.
Koefisien Elastisitas Penawaran
Koefisien
elastisitas penawaran dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut
ES=
Untuk
perhitungan rumus diatas perlu diubah menjadi
Koefisien
elastisitas penawaran yang dihitung dengan rumus diatas juga akan menghadapi
masalah yang sama seperti dalam menghitung elastisitas permintaan, yaitu a
kan diperboleh du nilai koefisien
elastisitas. Untuk mengatasinya dapat digunakan cara yang sama dengan dalam
menghitung nilai koefisien elastisitas permintaan, yaitu nilai koefisien
penawaran dihitung dengan menggunakan rumus titik tengah.
Elastisitas
penawaran = perubahan persentase jumlah yanh ditawarkan
Perubahan
persentase harga
Sebagai
contoh : peningkatan harga susu dari $2.85 ke $3,15 satu galonnya meningkatkan
jumlah yang diproduksi para petani, dari 9.000 galon setiap bulan. Dengan
menggukan metode nilai tengah, kita menghitung perubahan persentase harga
sebagai berikut.
Perubahan
persentase harga =
(3,15 ─ 2,85)/3,00 × 100 = 10 persenᵧᵡᵞs
Perubahan
persentase jumlah penawaran =
(11.000 ─ 9.000)/ 10.000 × 100 =20 persen
Elastisitas
Harga Penawaran =
20 persen / 10 persen = 2,0
Dalam
contoh ini, elastisitas yang bernilai 2 berarti perubahan jumlah penawaran
sebanding dengan dua kali perubahan harga.
Kasus 3.2á¶³
Hasil
suatu penelitian terhadap perilaku
perusahaan dalam menawarkan barang X yang diproduksi dirumuskan dalam suatu
persamaan,
Qsâ‚“
= 40 + 5Px ─ 2Py ─ 10 N . QS× adalah jumlah barang yang ditawarakan ; Px adalah
harga barang X ; Py adalah harga input; N adalah banyaknya macam barang
pesaing.
Pertanyaan
Tentukan
besarnya koefisien elastisitas harga penawaraan barang X pada tingkat Px = 4; Py
= 2; N = 3. Berikan penjelasaan dari setiap nilai koefisien elastisitas
tersebut.
Jawab:
Koefisien
elastisitas harga penawaran barang X dapat diperoleh dengan menggunakan
formulasi sebagai berikut : Qs× 40 + 5(4) ─ 2(2) ─ 10(3) = 26.
Nilai
koefisien sebesar 0,77 menunjukkan bahwa penawaran barang X bersifat apital,
ditunjukkan dengan nilai koefisiennya lebih kecil dari 1. Artinya jika terjadi
kenaikan harga barang X sebesar 1% akan menyebabkan perusahaan tersebut
menaikkan jumlah penawarannya sebanyak 0,77 %.
Kasus 3.3
Fungsi
suatu penawaran barang dicerminkan oleh Qs = −200 + 7P². Berapa elastisitas penawarannya pada tingkat
harga P = 10 dan P = 15?
Qs=
-200+7P² Es=
Q’d=
Pada
P=10,Es= 140.
Pada
P= 15,Es= 210.
Ada lima jenis elastisitas
penawaran :
1. Penawaran
inelastis sempurna, ES = 0. Penawaaran tidak dapat
ditambah pada tingkat harga berapapun, sehingga kurva penawaran (S) akan terlihat vertical.
2. Penawaran
inelastic, ES < 1. Perubanahan
penawaran lebih kecil dari perubahan harga, artinya perubahan harga
mengakibatkan perubahan yang relatif
kecil terhadap penawaran.
3. Penawaran
uniter, ES = 1. Perubahan penawaran sama dengan perubahan
harga.
4. Penawaran
elastis, ES >
1. Perubahan penawaran lebih besar dari perubahan harga, artinya perubahan
harga mengakibatkan perubahan yang relatif
besar terhadap penawaran.
5. Penawaran
elastis sempurna, ES = ∞.
Perusahaan dapat menyuplai berapa pun kebutuhan pada satu tingkat harga
tertentu. Perusahaan mampu menyuplai pada biaya per unit konstan dan tidak ada
limit kapasitas produksi.
Faktor Penentu Elastisitas
Penawaran
Ada
dua apita yang sangat penting dalam menentukan elastisitas penawaran, yaitu.
1.
Kemampuan
penjual / produsen merubah jumlah produksi
Ini berkaitan biaya dan
kapasitas produksi.penawaran akan cenderung tidak elastis apabila salah satu
dari hal-hal berikut terjadi :
· Biaya
produksi untuk menaikkan jumlah penawaran besar. Misalnya jika produksi saat
ini telah mencapai skala ekonomis dan biaya rata-rata minimal, maka penambahan
satu unit produksi akan menambah biaya rata-rata dan mengakibatkan produksi
berada dalam skala tidak ekonomis
· Atau
kapasitas produksi telah terpakai penuh, sehingga penambahan kapasitas akan
memerlukan pabrik/mesin baru, misalnya, yang membutuhkan investasi besar.
Sementara penawaran akan cenderung elastis jika yang terjadi adalah sebaliknya.
2.
Jangka waktu
analisis
Pengaruh waktu analisis
terhadap elastisitas penawaran dibedakan menjadi tiga:
· Jangka
waktu yang sangat singkat . pada jangka waktu yang sangat singkat ,
penjual/produsen tidak dapat menambah penawarannya, sehingga penawaran menjadi
tidak elastis sempurna.
· Jangka
pendek. Kapasitas produksi tidak dapat ditambah dalam jangka pendek, namun
perusahaan masih dapat menaikkan produksi dengan kapasitas yang tersedia dengan
memanfaatkan fakto-faktor produksi yang ada. Hasilnya penawaran dapat dinaikkan
dalam persentase yang apital kecil,
sehingga penawaran tidak elastis.
· Jangka
panjang. Produksi dan jumlah penawaraan barang lebih mudah dinaikkan dalam
jangka panjang, sehingga penawaran lebih bersifat elastis.
3.
Stok persediaan
Semakin besar
persediaan, semakin elastis persediaan. Ini karena produsen dapat segera
memenuhi kenaikan permintaan dengan persediaan yang ada
4.
Kemudahan
substitusi apita / input.
Semakin tinggi
mobilitas mesin (atau apital lainnya) dan tenaga kerja, semakin elastis
penawaran. Semakin elastis mobilitas capital dan tenaga kerja, semakin mudah
produsen memenuhi perubahan permintaan yang terjadi. Ini karena apital dan
tenaga kerja lebih fleksibel, sehingga dapat ditambah atau dikurangi
sewaktu-waktu dibutuhkan.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Penjelasan dari contoh kasus
Q1=
1 Q2 = ½
P1=
15.000 P2 = 80.000
Ed
=
=
=
=
=
-0.155
Bila
nilai yang diperoleh adalah negative. Ini
merupakan keadaan yang selalu akan terjadi. Nilai yang negative disebabkan
karena harga dan jumlah barang yang diminta mengalami perubahan ke arah yang
berbalikan. Perununan harga menaikkan
permintaan, manakala kenaikan harga menurunkan permintaan. Jadi dari kasus
tersebut dapat disimpulkan bahwa kasus tersebut merupakan inelastisitas karena
Ed < 1
X=cabe
Y=
bawang
E
x Y =
.
=
.
=
.
=
. 15
=
-7.5
Negatif
atau positifnya nilai elastisitas harga silang dari permintaan, bergantung pada
kedua barang adalah adalah subsitusi atau kompelemter. Barang subsitusi adalah
barang yang bersifat pengganti, biasanya koefisien elastisitasnya positif.
Sedangkan barang kompelemter adalah bersifat pelengkap, koefisien
elastisitasnya bersifat negetif.
Jika
X dan Y adalah kompelemter, X hanya bisa digunakan bersama-sama Y. penambahan
atau pengurang terhadap X, menyebabkan penambahan atau pengurang terhadap Y.
kenaikan harga Y menyebabkan permintaan terhadap Y menurun, yang menyebabkan
permintaan terhadap X ikut menurun.
DAFTAR
PUSTAKA
Imsar, Dkk. 2018. Ekonomi Mikro. Medan: FEBI UINSU Press
No comments:
Post a Comment