Persepsi pemakalah dalam menanggapi tafsir
dari berbagai sumber dan hasil wawancara :
1.
Mengenai
harta dan anak sesuai dengan surah al kahfi ayat 46

Artinya : “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan
dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di
sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.”
Harta
dan anak itu bisa dipandang dalam dua sisi, harta bisa menjadi perhiasan dunia
semata dan bisa juga melalaikan bahkan menyesatkan kita jika kita tidak bisa
mengelola harta kita maka kita akan lalai bahkan sesat akan kemegahannya.
Disisi lain harta bisa jadi penolong dan pembawa kita kedalam surganya Allah
SWT jika kita bisa mengaturnya seperti menggunakannya untuk sedekah, infaq,
zakat, dan jalan untuk jihad di jalan Allah. Karena dalam beragama juga sangat
dibutuhkan harta karna ada beberapa syariat Allah yang menggunakan harta
sebagai rukunnya seperti sedekah, zakat, infak, Haji dll.
Anak juga
bisa melalaikan kita dalam mengigat Allah, dalam surah Al munafiqun ayat 9
Allah mengingatkan kita agar tidak lalai dikarenakan harta dan anak.
Disisi
lain anak juga sangat besar manfaaatnya bagi seorang orangtua karena jika
seorang orang tua berhasil mendidik anaknya maka dia akan bisa sebagai penolong
di akhirat kelak karena salah satu amalan yang tidak putus meskipun kita sudah
meninggal adalah doa anak yang sholeh.
2. mengenai keutamaan infaq sesuai dengan surah al hadid ayat 7

Artinya
: “Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari
hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya .Maka orang-orang yang
beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh
pahala yang besar.”
Kita
berinfak kalau hanya memainkan akal logika hitung-hitungan semata akan merugi,
menyusahkan dan menyulitkan kita jika tidak ada unsur keimanan dan tidak
melibatkan Allah dalam proses amal tersebut. Tapi kalau kita lihat dari
kacamata islam jika kita memberi maka akan datang gantinya yang lebih besar
daripada yang kita beri bahkan kita tidak tahu dari mana datangnya rezeki
tersebut, karena dalam Al quran Allah berfirman jika kita bersyukur maka Allah akan
menambahnya maka salah satu dari perwujudan syukur itu adalah membelanjakan
harta di jalan Allah seperti berinfaq. Dan perlu kita ketahui bahwa dalam harta
kita juga ada hak orang lain yang mana kita mengeluarkan hak orang lain itu
dengan cara membayar zakat dll.
3. Mengenai
seoarang Muslim harus berharta sesuai dengan surah Al anfal ayat 72
Artinya : “Sesungguhnya
orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya
pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan
pertoIongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain
lindung-melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum
berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka,
sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan
kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan
kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan
Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”
Ummat
islam itu tidak wajib kaya tetapi berusaha untuk menjadi orang kaya, kenapa
tidak wajib? Karena jika tidak dikerjakan atau tidak dapat diraih akan menjadi dosa besar namun jatuhnya kedalam
sunnah muakkad berusaha menjadi kayanya wajib tapi untuk menjadi
kaya adalah sunnah muakkad, jadi yang termasuk kedalam wajibnya itu adalah
berusaha menjadi kaya karena Allah yang menilai dan melihat. Dan bagaimana
jiika kita sudah usaha tetapi tidak kaya? Berarti itu sudah takdir atau memang
belum menggunakan kecerdasan karena harus kerja cerdas,ikhlas dan keras. Jadi untuk apa
sebenarnya seorang muslim itu kaya ? karena salah satu bentuk jihad dalam islam
adalah jihad harta maksudnya adalah seorang muslim bisa menolong agama Allah
dengan menyejahterakan muslim yang lain dengan hartanya makanya muslim dituntut
berusaha untuk menjadi kaya karena Allah juga menyukai muslim yang kuat baik
kuat dibidang ilmu, fisik, dan juga harta.
4. Mengenai
banyak orang kafir yang kaya padahal mereka durhaka kepada Allah sesuai suarah
Al baqarah ayat 25
Artinya : “Dan sampaikanlah
berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka
disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. "Inilah yang pernah diberikan kepada
kami dahulu." Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di
dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.”
Dalam
hal ini Allah menggambarkan keadilannya yaitu dengan membalas kebaikan orang
kafir di dunia agar di akhirat nantinya tidak di persoalkan lagi dan ia
langsung di tempatkan ke tempat yang selayaknya akibat kekafirannya kepada
Allah karena kebaikannya sudah Allah balas selagi ia di dunia. Maka dari itu
sesungguhnya surganya orang kafir hanya di dunia berbeda dengan seorang muslim
yang Allah janjikan surga di akhirat kelak yang mana Allah menggambarkan surga
dalam ayat diatas. Dalam ayat 254 surah Al baqarah Allah mejelaskan salah satu
bentuk pencapaian surga Allah itu dengan cara membelanjakan sebagian harta yang
telah Allah berikan di jalan Allah.
5. Mengenai kemegahan harta dunia sesuai
dengan surah At takasur : 1-4


No comments:
Post a Comment