Monday, October 28, 2019

PERTANYAAN SEPUTAR TAFSIR AYAT EKONOMI


Persepsi pemakalah dalam menanggapi tafsir dari berbagai sumber dan hasil wawancara :
1.       Mengenai harta dan anak sesuai dengan surah al kahfi ayat 46
http://c00022506.cdn1.cloudfiles.rackspacecloud.com/18_46.png

            Artinya : “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.”

Harta dan anak itu bisa dipandang dalam dua sisi, harta bisa menjadi perhiasan dunia semata dan bisa juga melalaikan bahkan menyesatkan kita jika kita tidak bisa mengelola harta kita maka kita akan lalai bahkan sesat akan kemegahannya. Disisi lain harta bisa jadi penolong dan pembawa kita kedalam surganya Allah SWT jika kita bisa mengaturnya seperti menggunakannya untuk sedekah, infaq, zakat, dan jalan untuk jihad di jalan Allah. Karena dalam beragama juga sangat dibutuhkan harta karna ada beberapa syariat Allah yang menggunakan harta sebagai rukunnya seperti sedekah, zakat, infak, Haji dll.

Anak juga bisa melalaikan kita dalam mengigat Allah, dalam surah Al munafiqun ayat 9 Allah mengingatkan kita agar tidak lalai dikarenakan harta dan anak.

Disisi lain anak juga sangat besar manfaaatnya bagi seorang orangtua karena jika seorang orang tua berhasil mendidik anaknya maka dia akan bisa sebagai penolong di akhirat kelak karena salah satu amalan yang tidak putus meskipun kita sudah meninggal adalah doa anak yang sholeh.

 

2.      mengenai keutamaan infaq sesuai dengan surah al hadid ayat 7

http://c00022506.cdn1.cloudfiles.rackspacecloud.com/57_7.png

Artinya : “Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya .Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.”

Kita berinfak kalau hanya memainkan akal logika hitung-hitungan semata akan merugi, menyusahkan dan menyulitkan kita jika tidak ada unsur keimanan dan tidak melibatkan Allah dalam proses amal tersebut. Tapi kalau kita lihat dari kacamata islam jika kita memberi maka akan datang gantinya yang lebih besar daripada yang kita beri bahkan kita tidak tahu dari mana datangnya rezeki tersebut, karena dalam Al quran Allah berfirman jika kita bersyukur maka Allah akan menambahnya maka salah satu dari perwujudan syukur itu adalah membelanjakan harta di jalan Allah seperti berinfaq. Dan perlu kita ketahui bahwa dalam harta kita juga ada hak orang lain yang mana kita mengeluarkan hak orang lain itu dengan cara membayar zakat dll.

3.      Mengenai seoarang Muslim harus berharta sesuai dengan surah Al anfal ayat 72

http://c00022506.cdn1.cloudfiles.rackspacecloud.com/8_72.png

Artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”

Ummat islam itu tidak wajib kaya tetapi berusaha untuk menjadi orang kaya, kenapa tidak wajib? Karena jika tidak dikerjakan atau tidak dapat diraih akan  menjadi dosa besar namun jatuhnya kedalam sunnah muakkad berusaha menjadi kayanya wajib tapi untuk menjadi kaya adalah sunnah muakkad, jadi yang termasuk kedalam wajibnya itu adalah berusaha menjadi kaya karena Allah yang menilai dan melihat. Dan bagaimana jiika kita sudah usaha tetapi tidak kaya? Berarti itu sudah takdir atau memang belum menggunakan kecerdasan karena harus kerja cerdas,ikhlas dan keras. Jadi untuk apa sebenarnya seorang muslim itu kaya ? karena salah satu bentuk jihad dalam islam adalah jihad harta maksudnya adalah seorang muslim bisa menolong agama Allah dengan menyejahterakan muslim yang lain dengan hartanya makanya muslim dituntut berusaha untuk menjadi kaya karena Allah juga menyukai muslim yang kuat baik kuat dibidang ilmu, fisik, dan juga harta.

4.      Mengenai banyak orang kafir yang kaya padahal mereka durhaka kepada Allah sesuai suarah Al baqarah ayat 25

http://c00022506.cdn1.cloudfiles.rackspacecloud.com/2_25.png

Artinya : “Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya.  "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu." Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.”

Dalam hal ini Allah menggambarkan keadilannya yaitu dengan membalas kebaikan orang kafir di dunia agar di akhirat nantinya tidak di persoalkan lagi dan ia langsung di tempatkan ke tempat yang selayaknya akibat kekafirannya kepada Allah karena kebaikannya sudah Allah balas selagi ia di dunia. Maka dari itu sesungguhnya surganya orang kafir hanya di dunia berbeda dengan seorang muslim yang Allah janjikan surga di akhirat kelak yang mana Allah menggambarkan surga dalam ayat diatas. Dalam ayat 254 surah Al baqarah Allah mejelaskan salah satu bentuk pencapaian surga Allah itu dengan cara membelanjakan sebagian harta yang telah Allah berikan di jalan Allah.
5.      Mengenai kemegahan harta dunia sesuai dengan surah At takasur : 1-4
http://c00022506.cdn1.cloudfiles.rackspacecloud.com/102_3.pnghttp://c00022506.cdn1.cloudfiles.rackspacecloud.com/102_2.pnghttp://c00022506.cdn1.cloudfiles.rackspacecloud.com/102_1.pnghttp://c00022506.cdn1.cloudfiles.rackspacecloud.com/102_4.png

 

 

Artinya : “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu.”(1) “Sampai kamu masuk ke dalam kubur.”(2) Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu).”(3)

“Dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.”(4)

Banyak orang yang lalai akibat kemegahan harta dunia, Ada kala dimana seseorang muslim yang diberikan Allah swt rezeki yang lebih lupa akan akhirat dan lupa akan rezeki tersebut diberikan oleh Allah swt kepada mereka. Mata mereka menjadi gelap karena kesenangan dunia dan kemegahan-kemegahan dunia akan  kemegahan mereka tersebut dan mereka tidak mengetahui bahwasanya harta itu adalah ujian yang dititipkan Allah swt kepada kita. Bagaimana tata cara kita untuk memanfaatkan harta yang telah diberikan allah swt yang telah diberikan kepada kita baik dalam ajaran yang telah ditentukan dan sunnah-sunnah rasul bagaimana tata cara kita untuk membelanjakan harta kita dan mengelola harta kita untuk dapat bermanfaat bagi kita. Didalam al-qur’an Allah mengancam neraka bagi orang-orang yang menimbun hartanya dan mau mengeluarkan hak orang lain dalam hartanya dengan fungsi agar orang fakir dan miskin tidak terganggu ubudiyahnya kepada Allah gara-gara persoalan kebutuhan hidup. Begitulah hukum Allah menstabilkan hambanya dalam hal beribadah gar tidak memiliki alasan karena kesibukan mencari kebutuhan hidup lupa ibdah kepada Allah.

 

 




No comments:

Post a Comment