Monday, October 28, 2019

MARKETING MIX (BAURAN PEMASARAN)


MARKETING MIX (BAURAN PEMASARAN)

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Kelompok
Mata Kuliah: Manajemen Pemasaran Bank Syariah
Dosen Pembimbing: M. Ikhsan Harahap, M.E.I

Disusun Oleh:
Kelompok II
Annisa Nasution                               (0503171031)
Dila Mesahera SKD                         (0503171065)
Endang Rahayu                               (0503171044)
Muhammad Ali Imran Caniago       (0503171084)
Muhammad Arif                             (0503171080)
Riski Khalik                                     (0503173347)






PERBANKAN SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA
TAHUN AJARAN 2018/2019

KATA PENGANTAR

Puji syukur alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan segala kuasa-Nyalah penulis akhirnya bisa menyusun Makalah yang berjudul “Marketing Mix (Bauran Pemasaran)” ini sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Rasa terima kasih penulis ucapkan kepada Bapak M. Ikhsan Harahap, M.E.I selaku pembimbing yang telah memberikan banyak masukan serta saran yang sangat bermanfaat dalam proses penyelesaian makalah ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah turut serta membantu menyumbangkan pikirannya yang tidak bisa penulis sebutkan satu-per satu.
Penulis sangat berharap agar makalah ini memberi banyak manfaat bagi para pembaca sehingga dapat menambah ilmu dan pengetahuan tentang Marketing Mix (Bauran Pemasaran). Penulis juga sangat mengharapkan masukan, kritikan serta saran dari semua pihak agar makalah ini bisa menjadi lebih sempurna.



Medan, 14 September 2019
     
    Penulis


DAFTAR ISI

Kata Pengantar…………………………………………………………………………….…ii
Daftar Isi...…………………………………………………………………………………...iii

Bab I Pendahuluan
1.1  Latar Belakang……………………………………………………………….……1
1.2  Rumusan Masalah……………………………………………………………...….1
1.3  Tujuan……………………………………………………………………………..1

Bab II Pembahasan
            2.1 Pengertian Bauran Pemasaran………………………...………………………...…3
            2.2 Elemen Elemen Bauran Pemasaran……………………...……………………...…3
            2.3 Implementasi Bauran Pemasaran………..……………………………...…………6
           
Bab III Penutup
3.1  Kesimpulan………………………………………………………………………..9

Daftar Pustaka












BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya baik perusahaan yang bergerak di bidang jasa maupun barang mempunyai tujuan yang sama yaitu memperoleh keuntungan. Selain itu perusahaan juga ingin memberikan kepuasan kepada konsumen atas produk yang dihasilkannya., karena kepuasan konsumen menjadi tolak ukur dari keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan produk yang berkualitas dan yang diinginkan konsumen. Dalam mencapai strategi pemasaran yang tepat dan terbaik untuk diterapkan salah satunya perusahaan dapat melihat dari factor bauran pemasaran.
Hal tersebut penting karena bauran pemasaran merupakan salah satu pokok pertimbangan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian suatu produk. Jika perusahaan tidak peka terhadap apa yang dibutuhkan oleh konsumen, maka dapat dipastikan bahwa perusahaan akan kehilangan banyak kesempatan untuk menjaring konsumen dan produk yang ditawarkan akan sia – sia.
      Pemasaran merupakan salah satu ilmu ekonomi yang telah lama berkembang, dan sampai pada saat sekarang ini pemasaran sangat mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan untuk bias bertahan didalam pangsa pasar. Oleh karena itu diperlukan strategi yang dapat memberikan pengaruh untuk menentukan berhasil atau tidaknya dalam memasarkan produknya.
Apabila strategi pemasaran yang dilaksanakan perusahaan tersebut mampu memasarkan produknya dengan baik, hal ini akan berpengaruh terhadap tujuan perusahaan. Maka dari itu untuk pembahasan bauran pemasaran ini akan kami jelaskan lebih rinci pada makalah kami ini.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari Marketing Mix ?
2.      Apa saja yang menjadi bagian dari Marketing Mix dan konsepnya dalam islam?
3.      Bagaimana implementasi Marketing Mix?

1.3  Tujuan
1.      Untuk mengetahui defenisi Marketing Mix.
2.      Untuk mengetahui Bagian Marketing Mix dan konsepnya dalam islam.
3.      Untuk mengetahui Implementasi Marketing Mix.
































BAB II
PEMBAHASAN
2.1  PENGERTIAN MARKETING MIX
     Bauran pemasaran atau marketing mix adalah konsep dasar dalam pemasaran, dimana didalamnya memuat tentang tahapan-tahapan pemasaran suatu produk atau jasa. Tahapan-tahapan dalam bauran pemasaran ini secara umum dikenal dengan istilah ‘4P’ yakni, Produk, Price, Place, dan Promotion. [1]
            Menurut Kotler, bauran pemasaran adalah perangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mengejar tujuan perusahaannya. Dapat disimpulkan bahwa bauran pemasaran akan menentukan tingkat keberhasilan pemasaran dan semua itu ditujukan untuk mendapatkan respon yang diinginkan dari pasar sasaran.[2]
            Kasmir mendefenisikan bauran pemasaran dengan kegiatan pemasaran yang dilakukan secara terpadu. Artinya kegiatan ini dilakukan bersamaan diantara elemen-elemen yang ada dalam bauran pemasaran itu sendiri. Setiap elemen tidak dapat berjalan sendiri-sendiri tanpa dukungan elemen yang lain. Penggunaan bauran pemasaran dalam dunia perbankan dilakukan dengan menggunakan konsep-konsep yang sesuai dengan kebutuhannya.[3]
            Sehingga dapat disimpulkan bahwa bauran pemasaran adalah perpaduan elemen-elemen (Produk, Price, Place, dan Promotion) pemasaran yang bertujuan untuk mencapai tujuan pada pasar sasaran.
2.2  ELEMEN-ELEMEN PEMASARAN
Adapun elemen-elemen dalam bauran pemasaran, yaitu:
1.      Produk
Intensitas kompetisi dipasar memaksa perusahaan untuk mengupayakan adaptasi produk yang tinggi guna meraih keunggulan yang kompetitif atas pesaing, karena adaptasi produk dapat memperluas basis pasar lokal dan ditingkatkan untuk preferensi lokal tertentu. Konsumen semakin banyak memiliki alternatif dan sangat hati-hati dalam menentukan keputusan untuk melakukan pembelian dengan mempertimbangkan factor-faktor kebutuhan, keunggulan produk, pelayanan dan perbandingan harga sebelum memutuskan untuk membeli. Dari faktor-faktor tersebut, keunggulan produk termasuk kedalam pertimbangan utama sebelum membeli. Keunggulan kompetitif suatu produk merupakan salah satu faktor penentu dari kesuksesan produk baru, dimana kesuksesan produk tersebut diukur dengan parameter jumlah penjualan produk. [4]
Dalam perspektif syariah produk merupakan sesuatu yang penting. Al-Quran menggunakan konsep memproduksi barang dalam arti yang sangat luas. Tekanan Al-Quran diarahkan pada manfaat suatu produk. Memproduksi barang harus mempunyai hubungan dengan kebutuhan manusia. Berarti barang itu harus diproduksi untuk memenuhi kebutuhan manusia, bukan untuk memproduksi barang-barang mewah secara berlebihan yang tidak sesuai dengan kebutuhan manusia. Hal ini ditegaskan dalam Al-Quran untuk tidak memperbolehkan produksi dalam keaadan berlebihan. Disamping itu, islam mengajarkan untuk memperhatikan kualitas dan keberadaan produk tersebut. Islam melarang jual beli suatu produk yang belum jelas (gharar) bagi pembeli. Pasalnya, disini berpotensi terjadinya penipuan dan ketidakadilan terhadap salah satu pihak sesuai sabda nabi “Rasulullah melarang jual beli gharar (yang tidak jelas produknya)” (H.R Muslim dari abu Hurairah) [5]
2.      Harga (Price)
Harga adalah sejumlah uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari produk dan pelayanannya. Jadi dapat diketahui bahwa harga yang dibayar oleh pembeli sudah termasuk layanan yang diberikan oleh penjual banyak perusahaan mengadakan pendekatan terhadap penetuan harga berdasarkan tujuan yang hendak di capainya. Adapun tujuan tersebut dapat berupa meningkatkan penjualan, mempertahankan market share, mempertahankan stabiitas harga, mencapai laba maksimum dan sebagainya. [6]
Dalam konsep islam, penetuan harga ditentukan oleh mekanisme pasar yakni bergantung pada kekuatan-kekuatan permintaan dan penawaran. Dan pertemuan antara permintaan dan penawaran itu harus berlangsung secara sukarela. Ini bermakna tidak ada yang menganiaya dan di dzalami. Sebelum terjadi transaksi idealnya penjual dan pembeli berada pada posisi yang sama, baik menyangkut pengetahuan tentang barang tersebut maupun tentang harga yang berlaku di pasar. Sehingga terjadi deal penjual maupun pembeli betul-betul rela dan tidak ada yang teraniaya.
Dalam praktik fikih muamalah, pricing mengambil posisi tengah, tidak berlebih lebihan, tidak pula merendah-rendahkan. Ini berarti bahwa pricing mestinya harus proporsional. Allah berfirman, “Dan orang-orang yang sholeh apabila membelanjakan hartanya, mereka tidak berlebih-lebihan, tidak pula kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) ditengah-tengah antara yang demikian” (QS Al-Furqan 67)
Dalam rangka melindungi hak pembeli dan penjual, islam membolehkan intervensi harga yang dilakukan oleh pemerintah jika kenaikan harga disebabkan adanya distorsi pasar.[7]

3.      Place (Tempat)
Lokasi atau tempat seringkali ikut menentukan kesuksesan perusahaan, karena lokasi erat kaitannnya dengan pasar potensial sebuah perusahaan. Disamping itu lokasi juga berpengaruh terhadap dimensi-dimensi strategi seperti fleksibility, competitif, positioning, dan focus. Fleksibilitas suatu lokasi merupakan ukuran sejauh mana perusahaan dapat bereaksi terhadap perubahaan situasi ekonomi. Keputusan pemilihan lokasi berkaitan dengan komitmen jangka panjang terhadap aspek aspek yang sifatnya capital intensif, maka perusahaan benar-benar harus mempertimbangkan dan menyeleksi lokasi yang responsif terhadap situasi ekonomi, demografi, budaya, dan persaingan dimasa mendatang. [8]
Didalam islam lokasi merupakan penempatan barang merupakan faktor vital dalam dunia usaha berkaitan erat dengan posisi ini adalah sarana transportasi dan pengangkutan. Nabi dengan tegas melarang pemotongan jalur distribusi dengan maksud untuk menaikkan harga. Nabi bersabda “Jangan membeli barang dari khafilah yang belum tiba dipasar dan jangan membeli barang yang belum ada” (mutafaq ‘alaih) [9]

4.      Promosi (Promotion)
Promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran yang merupakan aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/ membujuk, dan/ atau meningkatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang di bersangkutkan.[10]
Pada prinsipnya dalam islam mempromosikan suatu barang diperbolehkan. Hanya saja dalam berpromosi tersebut mengedepankan faktor kejujuran dan menjauhi penipuan. Disamping itu metode yang dipakai dalam promosi tidak bertentangan dengan syariat islam. Didalam promosi yang kita lakukan hindari penyakit mengantuk. Dalam promosi membuat para konsumen membosankan. Selain itu didalam promosi tidak memberikan barang yang tidak bermutu sehingga konsumen tertarik untuk membelik suatu produk.[11]

2.3              Implementasi Bauran Pemasaran
Bauran pemasaran sangat menentukan terhadap penjualan sebuah produk, contohnya implementasi bauran pemasaran pada penjualan produk baju senam ditoko bajusenamgrosir.com, yaitu:
1.                   Produk
Toko bajusenamgrosir.com selalu memperhatikan beberapa aspek penting dari sebuah produk. Mulai dari kualitas produk high, middle, dan low. Berbagai upaya dilakukan perusahaan untuk mempertahankan kualitas produk seperti: perusahaan selalu berusaha untuk mengambil produk langsung dari tangan pertama, melakukan Quality control (QC) terhadap produk yang akan dikirim ke customer dan memastikan kepuasan customer. Kedua, toko bajusenamgrosir.com selalu berusaha untuk melengkapi merek-merek baju senam dan perlengkapan senam untuk memenuhi permintaan dan kebutuhan pasar. Ketiga, toko bajusenamgrosir.com selalu memastikan bahwa kemasan paket barang pesanan yang diterima customer dalam kondisi baik saat diterima. Yang terakhir, untuk mempermudah mengenali identitas suatu produk toko bajusenamgrosir.com memasang label pada setiap produk.
2.                   Harga
Harga produk yang ditetapkan toko bajusenamgrosir.com rata – rata hamper sama dengan competitor. Dasar penetapan harga perusahaan menggunakan dasar harga bandrol dan harga net yang diberikan oleh supplier. Penetapan harga yang terlalu rendah atau murah tidak dapat dilakukan oleh perusahaan dikarenakan adanya harga bandrol dan harga net, perusahaan hanya bias memberikan potongan harga/ diskon. Secara umum toko bajusenamgrosir.com memberikan diskon 10 % hingga 30%  untuk diskon regular dan 10 % - 40% untuk diskon issidentil.
Dengan adanya pemberian diskon atau potongan harga tersebut diharapkan customer akan tertarik untuk melakukan transaksi di toko bajusenamgrosir.com. selain menerapkan strategi penerapan harga potongan harga / diskon toko bajusenamgrosir.com juga menerapkan strategi harga tersegmentasi produk. Harga tersegmentasi produk dilakukan toko bajusenamgrosir.com untuk customer eksternal dan internal (market place). Untuk memastikan bahwa penerapan harga tersegmentasi dapat diterima customer, toko bajusenamgrosir.com melakukan survey pasar, menggunakan system penjualan trial and error, dan tetap memberikan kualitas layanan terbaik.
3.                   Tempat
Proses distribusi toko bajusenamgrosir.com dilakukan melalui jasa pengiriman seperti: jalur nugraha eka kurir (JNE) , Jet dan Toni Expres (JNT Express), Pos Indonesia, Lazada Express dan sebagainya. Hal ini dikarenakan 95 % customer toko bajusenamgrosir.com adalah customer online dan 5% adalah customer offline. Biaya distribusi dan biaya control terhadap barang kiriman merupakan faktor – faktor yang akan dipertimbangkan oleh customer sebelum mereka melakukan transaksi. Biaya pengiriman yang rendah atau free ongkir akan menjadi daya Tarik customer untuk melakukan transaksi seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa customer akan semakin tertarik berbelanja saat adanya diskon biaya pengiriman. Selain biaya pengiriman, control terhadap barang kiriman dilakukan toko bajusenamgrosir.com untuk memastikan kepuasan customer.

4.                   Promosi
Media promosi periklanan berbayar saat ini tidak lagi dugunakan oleh toko bajusenamgrosir.com. perusahaan lebih memilih untuk menggunakan media iklan tidak berbayar seperti : share engine optimizion (SEO), ulasan pelanggan dan manfaat media social. Hal ini dikarenakan media promosi iklan tidak berpengaruh besar terhadap volume penjualan, banyak customer yang kurang tertarik dengan iklan yang dipasang oleh bajusenamgrosir.com. selain itu, tidak digunakannya promosi iklan dikarenakan belum adanya sumber daya manusia yang mempunyai keahlian khusus dan bertanggung jawab terhadap job disk tersebut butget iklan yang ada digunakan perusahaan untuk menambah diskon / potongan harga untuk customer.[12]





























BAB III
PENUTUP

3.1    Kesimpulan
Bauran pemasaran adalah perpaduan elemen-elemen (Produk, Price, Place, dan Promotion) pemasaran yang bertujuan untuk mencapai tujuan pada pasar sasaran. adaptasi produk yang tinggi guna meraih keunggulan yang kompetitif atas pesaing, karena adaptasi produk dapat memperluas basis pasar lokal dan ditingkatkan untuk preferensi lokal tertentu. Konsumen semakin banyak memiliki alternatif dan sangat hati-hati dalam menentukan keputusan untuk melakukan pembelian dengan mempertimbangkan factor-faktor kebutuhan, keunggulan produk, pelayanan dan perbandingan harga sebelum memutuskan untuk membeli. Harga adalah sejumlah uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari produk dan pelayanannya.
Lokasi atau tempat seringkali ikut menentukan kesuksesan perusahaan, karena lokasi erat kaitannnya dengan pasar potensial sebuah perusahaan. Disamping itu lokasi juga berpengaruh terhadap dimensi-dimensi strategi seperti fleksibility, competitif, positioning, dan focus. Promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran yang merupakan aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/ membujuk, dan/ atau meningkatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang di bersangkutkan.
Jadi, bauran pemasaran sangat dibutuhkan oleh sebuah perusahaan untuk mencapai target pasar sasaran, dengan memperhatikan analisis 4p maka sebuah perusahaan akan mudah dalam memsarkan produk produknya.







DAFTAR PUSTAKA

Daulay, Aqwa Nazer Dan Muhammad Lathief Ilhamy Nasution. 2016. Manajemen Perbankan Syariah. Medan: FEBI UINSU Press
Selang, Christian A. D. 2013. Bauran Pemasaran (Marketing Mix) Pengaruhnya Terhadap Loyalitas Konsumen Pada Fresh Mart Bahu Mall Manado. Manado: Jurnal EMBA. Vol. 1 No. 3: 72
Rokhman, Zamroni Wahibur. 2016. Pengaruh Marketing Mix Dan Syariah Compliance Terhadap Keputusan Nasabah Memilih Bank Umum Syariah Di Kudus. Kudus: Jurnal Ekonomi Syariah. Vol. 4 No. 1: 100
Mukarromah, Siti dkk. 2018. Implementasi  Strategi Bauran Pemasaran Dalam Meningkatkan Volume Penjualan Toko Baju Senam Grosir. Com. Surabaya: Jurnal Eksekutif. Vol. 15. No. 2: 322-326
Hakim, Muhammad Aziz. 2005. Dasar dan Strategi Pemasaran Syariah. Jakarta: Bumi Akasara





[1] Aqwa Nazer Daulay Dan Muhammad Lathief Ilhamy Nasution, Manajemen Perbankan Syariah, (Medan: FEBI UINSU Press, 2016), Hlm. 86
[2] Christian A. D Selang, “Bauran Pemasaran (Marketing Mix) Pengaruhnya Terhadap Loyalitas Konsumen Pada Fresh Mart Bahu Mall Manado”. Jurnal EMBA. Vol. 1 No. 3, 2013, hlm. 72
[3] Zamroni Wahibur Rokhman, “Pengaruh Marketing Mix Dan Syariah Compliance Terhadap Keputusan Nasabah Memilih Bank Umum Syariah Di Kudus”,  Jurnal Ekonomi Syariah. Vol. 4 No. 1, Hlm. 100
[4] Christian A. D Selang, OP. Cit, Hlm. 73
[5] Muhammad Aziz Hakim, Dasar dan Strategi Pemasaran Syariah, (Jakarta: Bumi Akasara, 2005), Hlm. 23
[6] Christian A. D Selang, Loc. Cit
[7] Muhammad Aziz Hakim dkk,Op. Cit, Hlm. 24
[8] Christian A. D Selang, Loc. Cit
[9] Muhammad Aziz Hakim dkk, Op. cit, Hlm. 26
[10]Christian A. D Selang, Op. Cit, Hlm. 73
[11]Muhammad Aziz Hakim dkk, Op. cit.  Hlm 27
[12] Siti Mukarromah dkk, “Implementasi  Strategi Bauran Pemasaran Dalam Meningkatkan Volume Penjualan Toko Baju Senam Grosir. Com”, Jurnal Eksekutif. Vol. 15. No. 2, 2018, Hlm 322-326

No comments:

Post a Comment