MARKETING MIX (BAURAN PEMASARAN)
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Kelompok
Mata Kuliah: Manajemen Pemasaran Bank Syariah
Dosen Pembimbing: M. Ikhsan Harahap, M.E.I
Disusun Oleh:
Kelompok II
Annisa Nasution (0503171031)
Dila Mesahera SKD (0503171065)
Endang Rahayu (0503171044)
Muhammad Ali Imran Caniago (0503171084)
Muhammad Arif (0503171080)
Riski Khalik (0503173347)
![]() |
PERBANKAN SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA
UTARA
TAHUN AJARAN 2018/2019
KATA
PENGANTAR
Puji syukur
alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan
segala kuasa-Nyalah penulis akhirnya bisa menyusun Makalah yang berjudul “Marketing
Mix (Bauran Pemasaran)” ini sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Rasa terima
kasih penulis ucapkan kepada Bapak M. Ikhsan Harahap, M.E.I selaku pembimbing
yang telah memberikan banyak masukan serta saran yang sangat bermanfaat dalam
proses penyelesaian makalah ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada
semua pihak yang telah turut serta membantu menyumbangkan pikirannya yang tidak
bisa penulis sebutkan satu-per satu.
Penulis sangat
berharap agar makalah ini memberi banyak manfaat bagi para pembaca sehingga
dapat menambah ilmu dan pengetahuan tentang Marketing Mix (Bauran
Pemasaran). Penulis juga sangat mengharapkan masukan, kritikan serta saran
dari semua pihak agar makalah ini bisa menjadi lebih sempurna.
Medan, 14
September 2019
Penulis
DAFTAR ISI
Kata Pengantar…………………………………………………………………………….…ii
Daftar Isi...…………………………………………………………………………………...iii
Bab I Pendahuluan
1.1
Latar
Belakang……………………………………………………………….……1
1.2
Rumusan
Masalah……………………………………………………………...….1
1.3
Tujuan……………………………………………………………………………..1
Bab II Pembahasan
2.1 Pengertian
Bauran Pemasaran………………………...………………………...…3
2.2 Elemen Elemen
Bauran Pemasaran……………………...……………………...…3
2.3
Implementasi Bauran Pemasaran………..……………………………...…………6
Bab III Penutup
3.1 Kesimpulan………………………………………………………………………..9
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya baik perusahaan yang
bergerak di bidang jasa maupun barang mempunyai tujuan yang sama yaitu
memperoleh keuntungan. Selain itu perusahaan juga ingin memberikan kepuasan
kepada konsumen atas produk yang dihasilkannya., karena kepuasan konsumen
menjadi tolak ukur dari keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan produk yang
berkualitas dan yang diinginkan konsumen. Dalam mencapai strategi pemasaran
yang tepat dan terbaik untuk diterapkan salah satunya perusahaan dapat melihat
dari factor bauran pemasaran.
Hal tersebut penting karena bauran pemasaran merupakan salah satu
pokok pertimbangan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian suatu produk.
Jika perusahaan tidak peka terhadap apa yang dibutuhkan oleh konsumen, maka
dapat dipastikan bahwa perusahaan akan kehilangan banyak kesempatan untuk
menjaring konsumen dan produk yang ditawarkan akan sia – sia.
Pemasaran merupakan salah satu ilmu
ekonomi yang telah lama berkembang, dan sampai pada saat sekarang ini pemasaran
sangat mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan untuk bias bertahan didalam
pangsa pasar. Oleh karena itu diperlukan strategi yang dapat memberikan
pengaruh untuk menentukan berhasil atau tidaknya dalam memasarkan produknya.
Apabila strategi pemasaran yang dilaksanakan perusahaan tersebut
mampu memasarkan produknya dengan baik, hal ini akan berpengaruh terhadap
tujuan perusahaan. Maka dari itu untuk pembahasan bauran pemasaran ini akan
kami jelaskan lebih rinci pada makalah kami ini.
1.2
Rumusan Masalah
1.
Apa
pengertian dari Marketing Mix ?
2.
Apa
saja yang menjadi bagian dari Marketing Mix dan konsepnya dalam islam?
3.
Bagaimana
implementasi Marketing Mix?
1.3
Tujuan
1.
Untuk
mengetahui defenisi Marketing Mix.
2.
Untuk
mengetahui Bagian Marketing Mix dan konsepnya dalam islam.
3.
Untuk
mengetahui Implementasi Marketing Mix.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN MARKETING MIX
Bauran pemasaran atau
marketing mix adalah konsep dasar dalam pemasaran, dimana didalamnya memuat
tentang tahapan-tahapan pemasaran suatu produk atau jasa. Tahapan-tahapan dalam
bauran pemasaran ini secara umum dikenal dengan istilah ‘4P’ yakni, Produk,
Price, Place, dan Promotion. [1]
Menurut Kotler,
bauran pemasaran adalah perangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan
untuk mengejar tujuan perusahaannya. Dapat disimpulkan bahwa bauran pemasaran
akan menentukan tingkat keberhasilan pemasaran dan semua itu ditujukan untuk
mendapatkan respon yang diinginkan dari pasar sasaran.[2]
Kasmir
mendefenisikan bauran pemasaran dengan kegiatan pemasaran yang dilakukan secara
terpadu. Artinya kegiatan ini dilakukan bersamaan diantara elemen-elemen yang
ada dalam bauran pemasaran itu sendiri. Setiap elemen tidak dapat berjalan
sendiri-sendiri tanpa dukungan elemen yang lain. Penggunaan bauran pemasaran
dalam dunia perbankan dilakukan dengan menggunakan konsep-konsep yang sesuai
dengan kebutuhannya.[3]
Sehingga dapat
disimpulkan bahwa bauran pemasaran adalah perpaduan elemen-elemen (Produk,
Price, Place, dan Promotion) pemasaran yang bertujuan untuk mencapai tujuan
pada pasar sasaran.
2.2 ELEMEN-ELEMEN PEMASARAN
Adapun elemen-elemen dalam
bauran pemasaran, yaitu:
1.
Produk
Intensitas kompetisi dipasar memaksa perusahaan untuk mengupayakan
adaptasi produk yang tinggi guna meraih keunggulan yang kompetitif atas
pesaing, karena adaptasi produk dapat memperluas basis pasar lokal dan
ditingkatkan untuk preferensi lokal tertentu. Konsumen semakin banyak memiliki
alternatif dan sangat hati-hati dalam menentukan keputusan untuk melakukan
pembelian dengan mempertimbangkan factor-faktor kebutuhan, keunggulan produk,
pelayanan dan perbandingan harga sebelum memutuskan untuk membeli. Dari
faktor-faktor tersebut, keunggulan produk termasuk kedalam pertimbangan utama
sebelum membeli. Keunggulan kompetitif suatu produk merupakan salah satu faktor
penentu dari kesuksesan produk baru, dimana kesuksesan produk tersebut diukur
dengan parameter jumlah penjualan produk. [4]
Dalam perspektif syariah produk merupakan sesuatu yang penting.
Al-Quran menggunakan konsep memproduksi barang dalam arti yang sangat luas.
Tekanan Al-Quran diarahkan pada manfaat suatu produk. Memproduksi barang harus
mempunyai hubungan dengan kebutuhan manusia. Berarti barang itu harus
diproduksi untuk memenuhi kebutuhan manusia, bukan untuk memproduksi
barang-barang mewah secara berlebihan yang tidak sesuai dengan kebutuhan
manusia. Hal ini ditegaskan dalam Al-Quran untuk tidak memperbolehkan produksi dalam
keaadan berlebihan. Disamping itu, islam mengajarkan untuk memperhatikan
kualitas dan keberadaan produk tersebut. Islam melarang jual beli suatu produk
yang belum jelas (gharar) bagi pembeli. Pasalnya, disini berpotensi terjadinya
penipuan dan ketidakadilan terhadap salah satu pihak sesuai sabda nabi
“Rasulullah melarang jual beli gharar (yang tidak jelas produknya)” (H.R Muslim
dari abu Hurairah) [5]
2.
Harga
(Price)
Harga adalah sejumlah uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan
sejumlah kombinasi dari produk dan pelayanannya. Jadi dapat diketahui bahwa
harga yang dibayar oleh pembeli sudah termasuk layanan yang diberikan oleh
penjual banyak perusahaan mengadakan pendekatan terhadap penetuan harga
berdasarkan tujuan yang hendak di capainya. Adapun tujuan tersebut dapat berupa
meningkatkan penjualan, mempertahankan market share, mempertahankan stabiitas
harga, mencapai laba maksimum dan sebagainya. [6]
Dalam konsep islam, penetuan harga ditentukan oleh mekanisme pasar
yakni bergantung pada kekuatan-kekuatan permintaan dan penawaran. Dan pertemuan
antara permintaan dan penawaran itu harus berlangsung secara sukarela. Ini
bermakna tidak ada yang menganiaya dan di dzalami. Sebelum terjadi transaksi
idealnya penjual dan pembeli berada pada posisi yang sama, baik menyangkut
pengetahuan tentang barang tersebut maupun tentang harga yang berlaku di pasar.
Sehingga terjadi deal penjual maupun pembeli betul-betul rela dan tidak ada
yang teraniaya.
Dalam praktik fikih muamalah, pricing mengambil posisi tengah,
tidak berlebih lebihan, tidak pula merendah-rendahkan. Ini berarti bahwa
pricing mestinya harus proporsional. Allah berfirman, “Dan orang-orang yang
sholeh apabila membelanjakan hartanya, mereka tidak berlebih-lebihan, tidak
pula kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) ditengah-tengah antara yang demikian”
(QS Al-Furqan 67)
Dalam rangka melindungi hak pembeli dan penjual, islam membolehkan
intervensi harga yang dilakukan oleh pemerintah jika kenaikan harga disebabkan
adanya distorsi pasar.[7]
3.
Place
(Tempat)
Lokasi atau tempat seringkali ikut menentukan kesuksesan
perusahaan, karena lokasi erat kaitannnya dengan pasar potensial sebuah
perusahaan. Disamping itu lokasi juga berpengaruh terhadap dimensi-dimensi
strategi seperti fleksibility, competitif, positioning, dan focus. Fleksibilitas
suatu lokasi merupakan ukuran sejauh mana perusahaan dapat bereaksi terhadap
perubahaan situasi ekonomi. Keputusan pemilihan lokasi berkaitan dengan
komitmen jangka panjang terhadap aspek aspek yang sifatnya capital intensif,
maka perusahaan benar-benar harus mempertimbangkan dan menyeleksi lokasi yang
responsif terhadap situasi ekonomi, demografi, budaya, dan persaingan dimasa
mendatang. [8]
Didalam islam lokasi merupakan penempatan barang merupakan faktor
vital dalam dunia usaha berkaitan erat dengan posisi ini adalah sarana
transportasi dan pengangkutan. Nabi dengan tegas melarang pemotongan jalur
distribusi dengan maksud untuk menaikkan harga. Nabi bersabda “Jangan membeli
barang dari khafilah yang belum tiba dipasar dan jangan membeli barang yang
belum ada” (mutafaq ‘alaih) [9]
4.
Promosi
(Promotion)
Promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran yang merupakan
aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/
membujuk, dan/ atau meningkatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya
agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan
perusahaan yang di bersangkutkan.[10]
Pada prinsipnya dalam islam mempromosikan suatu barang
diperbolehkan. Hanya saja dalam berpromosi tersebut mengedepankan faktor
kejujuran dan menjauhi penipuan. Disamping itu metode yang dipakai dalam
promosi tidak bertentangan dengan syariat islam. Didalam promosi yang kita
lakukan hindari penyakit mengantuk. Dalam promosi membuat para konsumen
membosankan. Selain itu didalam promosi tidak memberikan barang yang tidak
bermutu sehingga konsumen tertarik untuk membelik suatu produk.[11]
2.3
Implementasi Bauran Pemasaran
Bauran pemasaran sangat menentukan terhadap penjualan sebuah
produk, contohnya implementasi bauran pemasaran pada penjualan produk baju
senam ditoko bajusenamgrosir.com, yaitu:
1.
Produk
Toko bajusenamgrosir.com selalu memperhatikan beberapa aspek
penting dari sebuah produk. Mulai dari kualitas produk high, middle, dan low.
Berbagai upaya dilakukan perusahaan untuk mempertahankan kualitas produk
seperti: perusahaan selalu berusaha untuk mengambil produk langsung dari tangan
pertama, melakukan Quality control (QC) terhadap produk yang akan dikirim ke
customer dan memastikan kepuasan customer. Kedua, toko bajusenamgrosir.com
selalu berusaha untuk melengkapi merek-merek baju senam dan perlengkapan senam
untuk memenuhi permintaan dan kebutuhan pasar. Ketiga, toko bajusenamgrosir.com
selalu memastikan bahwa kemasan paket barang pesanan yang diterima customer
dalam kondisi baik saat diterima. Yang terakhir, untuk mempermudah mengenali
identitas suatu produk toko bajusenamgrosir.com memasang label pada setiap
produk.
2.
Harga
Harga produk yang ditetapkan toko bajusenamgrosir.com rata – rata
hamper sama dengan competitor. Dasar penetapan harga perusahaan menggunakan
dasar harga bandrol dan harga net yang diberikan oleh supplier. Penetapan harga
yang terlalu rendah atau murah tidak dapat dilakukan oleh perusahaan
dikarenakan adanya harga bandrol dan harga net, perusahaan hanya bias
memberikan potongan harga/ diskon. Secara umum toko bajusenamgrosir.com memberikan
diskon 10 % hingga 30% untuk diskon
regular dan 10 % - 40% untuk diskon issidentil.
Dengan adanya pemberian diskon atau potongan harga tersebut
diharapkan customer akan tertarik untuk melakukan transaksi di toko
bajusenamgrosir.com. selain menerapkan strategi penerapan harga potongan harga
/ diskon toko bajusenamgrosir.com juga menerapkan strategi harga tersegmentasi
produk. Harga tersegmentasi produk dilakukan toko bajusenamgrosir.com untuk
customer eksternal dan internal (market place). Untuk memastikan bahwa
penerapan harga tersegmentasi dapat diterima customer, toko bajusenamgrosir.com
melakukan survey pasar, menggunakan system penjualan trial and error, dan tetap
memberikan kualitas layanan terbaik.
3.
Tempat
Proses distribusi toko bajusenamgrosir.com dilakukan melalui jasa
pengiriman seperti: jalur nugraha eka kurir (JNE) , Jet dan Toni Expres (JNT
Express), Pos Indonesia, Lazada Express dan sebagainya. Hal ini dikarenakan 95
% customer toko bajusenamgrosir.com adalah customer online dan 5% adalah customer
offline. Biaya distribusi dan biaya control terhadap barang kiriman merupakan
faktor – faktor yang akan dipertimbangkan oleh customer sebelum mereka
melakukan transaksi. Biaya pengiriman yang rendah atau free ongkir akan menjadi
daya Tarik customer untuk melakukan transaksi seperti yang telah dijelaskan
diatas bahwa customer akan semakin tertarik berbelanja saat adanya diskon biaya
pengiriman. Selain biaya pengiriman, control terhadap barang kiriman dilakukan
toko bajusenamgrosir.com untuk memastikan kepuasan customer.
4.
Promosi
Media promosi periklanan berbayar saat ini tidak lagi dugunakan
oleh toko bajusenamgrosir.com. perusahaan lebih memilih untuk menggunakan media
iklan tidak berbayar seperti : share engine optimizion (SEO), ulasan pelanggan
dan manfaat media social. Hal ini dikarenakan media promosi iklan tidak
berpengaruh besar terhadap volume penjualan, banyak customer yang kurang
tertarik dengan iklan yang dipasang oleh bajusenamgrosir.com. selain itu, tidak
digunakannya promosi iklan dikarenakan belum adanya sumber daya manusia yang
mempunyai keahlian khusus dan bertanggung jawab terhadap job disk tersebut
butget iklan yang ada digunakan perusahaan untuk menambah diskon / potongan
harga untuk customer.[12]
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Bauran pemasaran adalah perpaduan elemen-elemen (Produk, Price,
Place, dan Promotion) pemasaran yang bertujuan untuk mencapai tujuan pada pasar
sasaran. adaptasi produk yang tinggi guna meraih keunggulan yang kompetitif
atas pesaing, karena adaptasi produk dapat memperluas basis pasar lokal dan
ditingkatkan untuk preferensi lokal tertentu. Konsumen semakin banyak memiliki
alternatif dan sangat hati-hati dalam menentukan keputusan untuk melakukan
pembelian dengan mempertimbangkan factor-faktor kebutuhan, keunggulan produk,
pelayanan dan perbandingan harga sebelum memutuskan untuk membeli. Harga adalah
sejumlah uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari produk
dan pelayanannya.
Lokasi atau tempat seringkali ikut menentukan kesuksesan
perusahaan, karena lokasi erat kaitannnya dengan pasar potensial sebuah
perusahaan. Disamping itu lokasi juga berpengaruh terhadap dimensi-dimensi
strategi seperti fleksibility, competitif, positioning, dan focus. Promosi
adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran yang merupakan aktivitas pemasaran
yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/ membujuk, dan/ atau
meningkatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia
menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang di
bersangkutkan.
Jadi, bauran pemasaran sangat dibutuhkan oleh sebuah perusahaan
untuk mencapai target pasar sasaran, dengan memperhatikan analisis 4p maka
sebuah perusahaan akan mudah dalam memsarkan produk produknya.
DAFTAR PUSTAKA
Daulay, Aqwa Nazer Dan Muhammad
Lathief Ilhamy Nasution. 2016. Manajemen Perbankan Syariah. Medan: FEBI
UINSU Press
Selang, Christian A. D. 2013. Bauran
Pemasaran (Marketing Mix) Pengaruhnya Terhadap Loyalitas Konsumen Pada Fresh
Mart Bahu Mall Manado. Manado: Jurnal EMBA. Vol. 1 No. 3: 72
Rokhman, Zamroni Wahibur. 2016. Pengaruh
Marketing Mix Dan Syariah Compliance Terhadap Keputusan Nasabah Memilih Bank
Umum Syariah Di Kudus. Kudus: Jurnal Ekonomi Syariah. Vol. 4 No. 1: 100
Mukarromah, Siti dkk. 2018. Implementasi Strategi Bauran Pemasaran Dalam Meningkatkan
Volume Penjualan Toko Baju Senam Grosir. Com. Surabaya: Jurnal Eksekutif.
Vol. 15. No. 2: 322-326
Hakim, Muhammad Aziz. 2005. Dasar
dan Strategi Pemasaran Syariah. Jakarta: Bumi Akasara
[1]
Aqwa Nazer Daulay Dan Muhammad Lathief Ilhamy Nasution, Manajemen Perbankan
Syariah, (Medan: FEBI UINSU Press, 2016), Hlm. 86
[2]
Christian A. D Selang, “Bauran Pemasaran (Marketing Mix) Pengaruhnya
Terhadap Loyalitas Konsumen Pada Fresh Mart Bahu Mall Manado”. Jurnal EMBA.
Vol. 1 No. 3, 2013, hlm. 72
[3]
Zamroni Wahibur Rokhman, “Pengaruh Marketing Mix Dan Syariah Compliance
Terhadap Keputusan Nasabah Memilih Bank Umum Syariah Di Kudus”, Jurnal Ekonomi Syariah. Vol. 4 No. 1, Hlm. 100
[4]
Christian A. D Selang, OP. Cit, Hlm. 73
[5]
Muhammad Aziz Hakim, Dasar dan Strategi Pemasaran Syariah, (Jakarta:
Bumi Akasara, 2005), Hlm. 23
[6]
Christian A. D Selang, Loc. Cit
[7]
Muhammad Aziz Hakim dkk,Op. Cit, Hlm. 24
[8]
Christian A. D Selang, Loc. Cit
[9]
Muhammad Aziz Hakim dkk, Op. cit, Hlm. 26
[10]Christian
A. D Selang, Op. Cit, Hlm. 73
[12]
Siti Mukarromah dkk, “Implementasi
Strategi Bauran Pemasaran Dalam Meningkatkan Volume Penjualan Toko Baju
Senam Grosir. Com”, Jurnal Eksekutif. Vol. 15. No. 2, 2018, Hlm 322-326

No comments:
Post a Comment